Sosial

Satpol PP Jaring Gepeng dan Pengamen

Petugas satpol PP saat mengamankan pengamen di jalan seputar Kuningan.

Kuningan (KaTer) - Puluhan gelandang, pengemis, dan pengamen jalanan terjaring razia dari operasi yang dilakukan Satpol PP Kab. Kuningan di sejumlah titik. Diantaranya di jalan langlang buana, jalan raya Gunung Keling, kawasan pertokoan Siliwangi, areal Pasar Kepuh serta di wilayah sekitar kompleks stadion Kuningan dan Pandapa Paramarta, Rabu (18/6/2014).

Kepala Satpol PP Kuningan Deni Hamdani melalui Kabid Trantibummas, Sudarsono mengatakan, razia tersebut merupakan kegiatan rutin apalagi momentum menjelang bulan Ramadhan dalam rangka menciptakan situasi aman dan nyaman di masyarakat. Dari hasil razia yang dilakukannya, sebanyak 20 anak jalanan, pengemis hingga pengamen berhasil diamankan.

“Gepeng dan pengamen yang terjaring kebanyakan berasal dari luar daerah Kuningan. Dari pendataan yang dilakukan, rata-rata berdomisili dan wilayah kabupaten dan kota tetangga yakni Brebes dan Cirebon,” sebutnya.

Operasi penertiban dan penyisiran lanjut Sudarsono, dimulai sekira pukul 08.00 WIB pagi hingga siang hari. Dari seluruh gepeng yang terjaring bakal dikembalikan ke daerah masing-masing. Mengingat, di Kuningan sendiri Pemkab belum memiliki tempat rehabilitasi khusus bagi penanganan gepeng dan pengamen.

“Selain penertiban tersebut, petugas Pol PP juga akan melakukan penertiban terhadap pedagang penjual petasan di sejumlah pasar daerah Kuningan. Sebab, adanya petasan yang kerap ditemui menjelang bulan ramadhan tak sedikit membuat masyarakat resah. Hal itu dinilai mengganggu terhadap lingkungan mayarakat,” jelasnya.

Disinggung masalah dunia hiburan malam khusus orang dewasa yang kerap beroperasi tiap malam, Darsono menegaskan, kondisi itu segera di sikapi melalui pelayangan surat edaran (SE). Tujuannya, tidak lain meminta terhadap pengusaha tempat hiburan malam untuk menutup total dan melarang untuk beroperasi selama di bulan suci Ramadhan.

“Surat edaran memang sudah dibuatkan. Isi surat itu diantaranya meminta kepada pihak pengusaha untuk menutup kegiatan tempat hiburan malam pada saat bulan suci Ramadhan,” terangnya.

Dikatakan, petugas bakal melayangkan surat itu pada saat dua hari menjelang bulan puasa. Hal itu tak lain untuk menciptakan kondisi lingkungan masyarakat yang aman dan kondusif serta sebagai momentum untuk saling menghormati satu sama lain di bulan yang penuh rakhmat.

“Jika dalam satu bulan Ramadhan itu ada pengusaha yang ngotot membuka tempat hiburan malam, kami tidak segan–segan akan melakukan tindakan sesuai aturan yang berlaku. Bahkan, bakal menutup paksa bagi pengusaha hiburan malam yang membandel dan melanggar aturan,” pungkasnya.(AND)