Sosial

BPBD Bentuk Relawan Unit Cegah Siaga

Pembentukan UCS Bencana.

Kuningan (KaTer) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan membentuk relawan Unit Cegah Siaga (UCS) bencana guna mengantisipasi terjadinya bencana yang ada di Kuningan, Kamis (6/2/2014). Pententukan UCS yang beranggotakan 27 orang ini digelar di gedung Kelurahan Purwawinangun Kuningan.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauludin menuturkan, personil UCS tahun 2014 memang sedikit menurun jika dibandingkan pada tahun 2013. Hal ini disesuaikan dengan anggaran yang diberikan dari Provinsi Jawa Barat.

"Kami melakukan rapat koordinasi sekaligus pengarahan kepada relawan kebencanaan yang berasal dari unsur UCS tahun kemarin, BPBD Kuningan, Senkom, LSM dan media," kata Kepala BPBD.

Ke 27 anggota UCS ini kata Agus, nantinya akan disebar di empat posko darurat kawasan rawan tanah longsor, sedangkan untuk induk posko dipusatkan di Kantor BPBD Kuningan. Posko di wilayah Barat ada di Desa Cipondok Kadugede, Posko Selatan di Kantor Kecamatan Selajambe, Posko Timur di Kecamatan Luragung dekat kantor kecamatan setempat.

“Setiap posko difasilitasi pesawat komunikasi dua buah, motor strail satu unit, tempat tidur dan dispenser. Setiap UCS di jadwalkan piket dan berada di posko hingga akhir April 2014. Tugas posko UCS melaporkan kejadian bencana langsung berhubungan dengan posko pusat pengendalian dan operasional radio, cek lokasi, asesmen yang disampaikan secara tertulis," terangnya.

Peran UCS sambung Agus, dinilai penting. Ini untuk mempermudah penanganan bencana dan koordinasi di lapangan, sebab personil BPBD Kuningan masih kurang. Dengan adanya relawan UCS bencana, bukan berarti semua bencana dapat ditanggulangi sendiri, tapi untuk mempermudah monitoring, koordinasi, evaluasi, guna mempercepat penanganan bencana.

“Penanganan bencana tidak semua dapat dilakukan BPBD, tapi perlu kerjasama dengan semua unsur masyarakat. Dalam waktu dekat ini, BPBD akan melakukan simulasi penaggulangan bencana yang melibatkan TNI, Polri, PLN, dan petugas Pemadam Kebakaran agar koordinasi di lapangan ketika ada bencana bisa saling bersinergis,” pungkasnya.(AND)