Kuningan (KaTer) - Sebagai upaya untuk meningkatkan peran dan profesionalitas kerja wartawan, Bagian Humas Setda Kuningan menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi kalangan media dan insan pers di Kuningan. Pelatihan dipusatkan di Aula Bank BJB Kuningan kemarin, Jumat (28/2/2014), diikuti oleh puluhan wartawan baik dari media cetak, elektronik, online maupun media lainnya.
Kegiatan yang langsung dibuka oleh Bupati Kuningan, Hj Utje Ch Hamid Suganda, dihadiri oleh Wabup Kuningan, H Acep Purnama sekaligus sebagai narasumber pelatihan, Kabag Humas Setda Kuningan, perwakilan Organisasi Pers Kuningan, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Saat seminar, sempat terjadi perdebatan yang cukup serius antara peserta dengan nara sumber yang hadir. Walaupun kejadian itu sempat menarik perhatian para peserta yang sebagian besar adalah para wartawan, namun tidak berlangsung lama dan acara berlangsung secara tertib dan aman.
Dalam sambutannya, Bupati Kuningan, Hj Utje CH Suganda S.Sos mengatakan, peran teknologi sebagai salah satu media informasi, sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Karena itu, setiap media pers baik cetak, online maupun lainnya selalu berlomba-lomba menyajikan informasi berita yang up to date, menarik, dan berkualitas.
“Penyajian berita pada aspek tersebut, akan memberikan manfaat yang positif dan berguna bagi pembacanya. Secara otomatis, akan memberikan citra yang baik pada pelaku pers itu sendiri,” ungkapnya. Namun kata Utje, penyajian berita harus objektif, aktual, luar biasa, unik, dan penting untuk masyarakat.
“Meskipun, pada kenyataan di lapangan semua nilai-nilai itu masih belum tersampaikan pada penyajian berita,” katanya.
Sementara pada sesi seminar, Wabup Kuningan, H Acep Purnama mengatakan, kebebasan pers adalah hak yang diberikan oleh konstitusional atau perlindungan hukum. Hal ini berkaitan dengan media dan bahan-bahan yang dipublikasikan seperti penerbitan koran tanpa campur tangan pihak pemerintah.
“Dalam persaingan antar media seperti online, cetak dan elektronik, masing-masing mempunyai kelebihan tertentu. Jika media online mempunyai kelebihan soal kecepatan waktu siar, maka media cetak harus lebih lengkap menyajikan informasi latar belakang dan analisis,” paparnya.
Sementara, Ketua LBSC Cirebon, Nurdin M. Noer menuturkan, dalam penulisan karya jurnalistik, pemahaman bahasa bagi wartawan sangat diperlukan. Karena, bahasa merupakan alat atau wahana menyampaikan informasi.
“Tanpa bahasa, manusia akan mati seperti batu. Sebagai alat komunikasi, bahasa mempunyai arti dan fungsi yang sangat penting,” katanya.
Narasumber terakhir, Kepala Biro Harian Kompas Jabar, Dedi Muhtadi mengatakan, jurnalisme bukan mengejar kebenaran dalam pengertian yang absolut atau filosofis, tetapi harus mengejar kebenaran yang praktis.
“Kebenaran jurnalistik adalah suatu proses yang dimulai dengan disiplin profesional dan verifikasi fakta,” ucapnya.(AND)