Sun15032026

Last updateWIB3_FriAMWIBE_March+0700RMarAMWIB_0AMthWIB1773372614+07:00FriAMWIBE

Aneka

TNGC, Antara Kepentingan Ekologi, Sosial Dan Pembangunan

Diskusi Publik BEM Unisa.

Kuningan Terkini- Pengelolaan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) tidak bisa dilepaskan dari keseimbangan antara kepentingan ekologi, sosial, dan pembangunan. Hal tersebut mengemuka dalam Diskusi Publik bertajuk Menjaga Ciremai, Membuka Tabir Konservasi Ciremai yang digelar BEM UNISA 2026 Kabinet Satyagraha, Sabtu (17/1/2026), di Kopi Hawwu, Kuningan.

Dalam forum tersebut, Kepala Seksi PTN Wilayah I Kuningan, Eko Kosasih, S.Hut., M.I.L, memaparkan, dialam taman nasional, ada zona inti yang benar-benar dilindungi untuk menjaga ekosistem alami, kemudian zona rimba sebagai penyangga, serta zona pemanfaatan yang bisa digunakan secara terbatas, misalnya untuk wisata alam dengan sistem kuota dan kajian daya dukung.

“Terdapat pula zona khusus yang mengakomodasi infrastruktur yang sudah ada sebelum penetapan kawasan, seperti menara telekomunikasi, jalan, dan jalur listrik. Sementara zona rehabilitasi difokuskan pada pemulihan ekosistem, terutama di bekas lahan kritis yang sebelumnya merupakan hutan produksi.,” paparnya.

Selain itu, Eko juga juga menekankan pentingnya perlindungan keanekaragaman hayati, termasuk satwa kunci seperti macan tutul jawa, surili, dan elang jawa yang berstatus kritis. Keberadaan predator puncak sangat berperan menjaga keseimbangan rantai makanan di kawasan hutan.

“Taman nasional tidak anti pembangunan. Yang kami dorong adalah pembangunan berkelanjutan, di mana infrastruktur tetap bisa dibangun, tetapi koridor ekologi dan keseimbangan alam tetap terjaga. Menjaga Ciremai bukan hanya tugas taman nasional, tetapi amanah bersama sebagai khalifah di bumi,” pungkasnya.(TU)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing