Aneka

Coretan ‘Save Ciremai’ Diduga Tolak Chevron?

Ir Dodi Nurochmatuddin.

Kuningan (KaTer) - Isu penjualan Gunung Ciremai yang pernah merebak beberapa hari lalu, nampaknya masih terasa hingga saat ini. Hal itu terbukti dengan maraknya tulisan ‘Save Ciremai’ di sepanjang titik yakni jalan siliwangi, jalan pramuka, dan jalan aruji kartawinata dengan variasi warna yaitu hitam, ungu, hijau, dan biru. Hal itu diduga sebagai aksi penolakan perusahaan asing Chevron sebagai pemenang tender eksploitasi panas bumi Ciremai.

“Saya kira, itu sih dalam rangka demo untuk memperlihatkan rasa pedulinya terhadap Gunung Ciremai. Apalagi beredar informasi ada hubungannya dengan perusahaan asing Chevron segala macam, jadi ini perlu disikapi dengan serius,” kata Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kuningan, H Dodi Nurochmatudin kepada KaTer saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/3/2014).

Menurutnya, dari segi tulisan itu kalau mengotori tentunya harus segera dibersihkan. Namun, jika dilihat dari segi materi yakni ‘save ciremai’, Ia kira itu perlu diapresiasi mengenai penyampaian kepedulian terhadap lingkungan. Akan tetapi, mungkin wadah atau bentuk penyaluran esensi terhadap tulisan itu apakah akan melalui aturan hukum yang berlaku atau dengan media yang lain.

“Dengan munculnya aksi seperti itu, maka perlu adanya suatu forum yang menghubungkan antara seluruh komponen masyarakat, entah itu Tokoh Mayarakat, LSM, Ormas atau siapa saja guna bertemu dengan dewan dan pemerintah daerah. Selain itu, Kementrian ESDM juga juga harus ada ikut terlibat didalamnya disamping Pemprov Jabar,” ujarnya.

Dikatakan Dodi, Gunung Ciremai ini bukan hanya milik Kabupaten Kuningan tapi juga antar kabupaten di Jabar. Apalagi katanya ada kaitan dengan Chevron jadi bukan hanya persoalan lokal saja. Dari pantauan di lapangan, coretan-coretan "Save Ciremai" bertebaran di setiap tembok dan bangunan baik di kawasan pendidikan seperti sekolah dan kampus, kawasan pusat perniagaan, dan gang serta di sejumlah tembok dekat pemukiman warga.

Selain itu, tulisa "Save Ciremai" dibuat rapi dengan cetakan, kemudian dicat semprot berwarna hitam, hijau, biru dan ungu mulai terlihat di persimpangan Jalan Siliwangi dan Jalan Aruji persis di sebelah selatan kantor dinas Bupati Kuningan hingga di Jalan Pramuka. Coretan-coretan tersebut terpampang jelas dengan huruf kapital di berbagai tempat mulai dari halte, pertokoan, tembok gang menuju Vihara Kun An Tong, depan SMP N 7 Kuningan, sekolah TK Pertiwi di Jalan Aruji, hingga gerbang SMA Negeri 1 Kuningan dan kawasan Uniku kampus II. Tak ada yang mengetahui siapa dan kapan coretan tersebut dibuat.(AND)


Fishing