Kuningan (KaTer) - Organisasi Sosial Kemasyarakatan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Kuningan menggelar Rapat Kerja Majelis Pimpinan Cabang (Rakercab PP) di Gedung Gelanggang Pemuda KNPI Kuningan, Minggu (23/3/2014). Rakercab yang dilaksanakan pengurus kolektif ini dilaksanakan untuk menyusun agenda kerja sebagai bagi langkah organisasi ke depan.
Hadir dalam kegiatan, Ketua MPW PP Jabar, H Tubagus Dasep, Wakil Bupati Kuningan, H Acep Purnama, Dandim 0615 Kuningan, Letkol Czi Dindin Kamaludin Sip, Polres Kuningan, Mantan Bupati Kuningan, H Aang Hamid Suganda serta ratusan kader PP Kuningan.
Ketua MPC PP Kuningan, Harnida Darius SH kepada sejumlah awak media di sela-sela kegiatan Rakercab mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengevaluasi dan menata kembali peran sebagai pengurus dan militansi kader Pemuda Pancasila. Selain sejumlah program kerja yang sudah dicapai, ada beberapa poin lain untuk kerjakan kedepan di tahun berikutnya.
“Konsolidasi antar anggota PAC, ranting dan anak ranting menjadi bahasan pertama dalam rapat yang dihadiri perwakilan dari pengurus PAC sewilayah Kuningan. Ini adalah momen untuk mengadakan konsolidasi internal. Beberapa poin yang dibicarakan diantaranya yakni untuk Komisi A membahas tentang Organisasi, Komisi B tentang Program Kerja, dan Komisi C terkait Rekomendasi perihal langkah nyata PP di kehidupan bermasyarakat,” paparnya.
Selain kondisi internal organisasi sambung Rida, rapat juga turut membahas situasi terkini yang di alami bangsa ini khususnya di Kuningan. Dari sekian banyak keprihatinan terhadap kondisi bangsa, yang paling memilukan hati adalah isu tentang penjualan Gunung Ciremai.
“Mana ada sih sekarang Gunung Ciremai dijual. Siapa yang berani menjual, tidak ada. Isu itu merupakan pembodohan masyarakat. Ini NKRI, masa gunung milik bangsa dan masyarakat Indonesia dijual,” ungkapnya.
Dirinya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak pada isu itu. Mari diskusikan bersama, persoalan apa yang sedang terjadi di Gunung Ciremai dengan langkah-langkah sebagai wujud nyata untuk kepentingan bersama.
“Masyarakat juga supaya bisa paham, tak hanya sekedar bicara tapi bakal ditindaklanjuti demi kepentingan masyarakat,” ucapnya.
Sementara, Ketua MPW PP Jabar, H Tubagus Dasep menuturkan, Pemuda Pancasila lahir 28 Oktober 1959, yang dilahirkan oleh Angkatan Perang Republik Indonesia yakni TNI dan POLRI. Tujuanya adalah menjaga Ideologi Pancasila yang merupakan Ideologi Negara.
“Bupati dan Wakil Bupati adalah lambang Negara, oleh sebab itu PP wajib menjaganya. Jangan sampai ada pihak yang mengganggu kestabilan daerah. Program-program positif pro rakyat yang digulirkan pemerintah daerah, harus didukung penuh,” tandasnya.(AND)