Kuningan (KaTer) - Sejumlah warga Desa Longkewang Ciniru Kuningan mengeluhkan lambannya perbaikan jalan di daerah itu. Kondisi jalan utama penghubung dari desa Longkewang Ciniru ke pusat kota Kuningan belum ada perbaikan pasca kejadian longsor beberapa bulan lalu.
Dari hasil pemantauan KaTer di lapangan, sepanjang jalan yang dilewati masih nampak kerusakan jalan akibat bencana longsor lalu di beberapa titik. Bekas longsoran di sekitar pemukiman warga tetap dibiarkan dan belum ada pembangunan Tembok Penahan Tebing (TPT) atau sejenisnya.
Jika hal tersebut terus dibiarkan, apabila curah hujan yang masih kerap terjadi di Kuningan terus mengguyur, dikhawatirkan terjadi longsor susulan. Selain itu, kondisi jalan semakin diperparah dengan banyaknya lubang dan kerikil batu. Apabila diguyur hujan, kondisi jalan semakin licin dan berpotensi rawan kecelakaan.
Walaupun ada perbaikan sementara, alat yang dipergunakan untuk melintasi jalur longsor tersebut tampak seadanya, hanya terbuat dari jembatan bambu. Jika hujan turun, dipastikan jalan tersebut akan berlumpur. Karena, jalur sementara yang dibuat berupa tanah yang dilapisi batuan kali, kemudian tanpa dibentengi oleh TPT. Sehingga, para pengguna jalan diharapkan selalu waspada jika melewati jalur sementara akses Desa Longkewang Ciniru.
Salah seorang warga setempat, Mamat mengatakan, kondisi saat ini, jalan yang dipergunakan oleh warga untuk melintas sementara harus melalui jalan setapak melewati perkebunan warga. Jadi hanya kendaraan jenis motor saja yang bisa melintas, kalau mobil sangat tidak mungkin dan harus putar balik apabila akan menuju ke Ciniru dari Longkewang atau sebaliknya.
“Jalur darat yang terputus sepanjang 50 meter itu merupakan akses utama penghidupan warga sekitar. Baik itu pendidikan, kesehatan khususnya pertanian. Kami berharap agar pemerintah bisa secepatnya melakukan perbaikan akses jalan yang terputus,” kata Mamat kepada KaTer saat dijumpai di lokasi longsor Longkewang, Senin (21/4/2014).(AND)