Aneka

BPBD Simulasi Tanggap Bencana

Sejumlah relawan saat berlatih menggunakan perlengkapan bencana bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kuningan (KaTer) - Puluhan relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan dilatih menggunakan sejumlah perlengkapan tanggap bencana. Perlengkapan seperti tenda dan perahu karet bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), disimulasikan kepada para relawan disertai dengan pelatihan tata cara dan teknis penggunaanya.

“Memang saat ini, BPBD Kuningan memperoleh sejumlah perlengkapan tambahan untuk kegiatan penanggulangan bencana dari BNPB. Bantuan berupa 1 unit perahu karet bermesin dengan kapasitas delapan orang penumpang, 3 unit tenda keluarga dengan luas ruangan sekitar 5 meter persegi, 1 unit tenda pengungsi daya tampung untuk 32 orang, dan 25 paket perlengkapan dapur,” terang Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauludin didampingi Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Ayip Sutrisno kepada KaTer, Senin (28/4/2014).

Dalam pelatihan teknis yang diberikan kepada relawan kata Agus, para relawan BPBD terbagi menjadi dua kelompok. Pertama, cara mendirikan tenda untuk posko, mengoperasikan diesel sebagai penerangan dan dapur umum yakni satu regu. Selanjutnya, relawan dilatih merakit perahu karet berfungsi sebagai tanggap bencana dengan penggerak mesin bermotor.

“Pengecekan fungsi peralatan dilakukan untuk mengetahui secara pasti sistem pengoperasian fungsi dari perlengkapan. Secara tidak langsung personel BPBD, TRC, dan sukarelawan mitra BPBD Kuningan, bisa lebih mengenali dan memahami teknis penggunaan semua perlengkapan tanggap bencana,” ujarnya.

Sementara koordinator relawan BPBD Kuningan, Edi mengatakan, pelatihan penggunaan peralatan teknis dalam tanggap bencana penting dilakukan. Hal itu dimaksudkan supaya para relawan menguasai medan dan peralatan tanggap bencana. Dalam pelaksanaan secara teknis, para relawan tetap mematuhi standar oprasional prosedur yang digunakan BPBD Kuningan, agar tidak menyalahi aturan.

“Koordinasi dan kebersamaan relawan sebagai modal awal dalam bekerja. Sehingga, dalam bertugas akan menjadi ringan ketika semua relawan sudah mempunyai tugas masing-masing," pungkasnya.(AND)


Fishing