Aneka

Eka dan Satria Kamal Dirikan FGSR

Eka Santosa Foto bersama seusai pembentukan FGSR

Bandung (KaTer) - Untuk mengawal pembangunan di Jabar pada era kepemimpinan nasional baru, Ketua DPW NasDem Jabar, Eka Santosa dan putra dari tokoh Jabar Solihin GP, Satria Kamal GP mendirikan Forum Gerakan Semeseta Rakyat (FGSR) Jawa Barat, Minggu (20/7/2014).

Pembentukan FGSR yang digelar di Kawasan Eko Wisata Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung, selain dihadiri akademisi Universitas Parahiyangan Bandung, Andreas Parera, juga dihadiri puluhan pegiat dari lintas organisasi kemasyarakatan dan kepartaian. Diantaranya, Sekjen IKA UNPAD, Ketua IKA UNPAS, Risafsyah Taufik, IKA GMNI Jabar, Sobur Dwiyono, Abdi dan Nata, Komunitas HEJO, Komunitas Lingkung Seni Songah (Songsong Citengah Kabupaten Sumedang), Harri Safiari, LSM CADAS dan BOMA Jabar, Jajang Sanaga,.

“Selaku pribadi bersama Satria Kamal dan puluhan rekan seperjuangan, setelah mengkaji secara mendalam merasa perlu mendirikan FGSR. Tentunya untuk mengawal pembangunan di Jabar pada era kepemimpinan nasional baru”, kata Eka Santosa menjelaskan.

Sementara, menurut Satria Kamal GP yang didaulat forum menjadi Ketua Koordinator FGSR Jawa Barat, sejauh gerakan ini sesuai dengan amanat orang tua (Solihin GP) demi mewujudkan Jawa Barat yang maju dengan tidak meninggalkan jati dirinya, Ia siap mengkoordinir kegiatan ini.

“Dalam waktu dekat, kami akan rumuskan dan godok kegiatan untuk wadah baru ini,” urai Satria Kamal GP yang akrab disapa Mamay diamoni rekannya, Dany yang berprofesi sebagai konsultan lingkungan.

Belakangan Dany dalam kesempatan urun rembug di Pasir Impun kala itu sempat berbicara dan mengkritisi minimnya public space (ruang publik) di Jawa Barat. “Public space amat diperlukan di kota-kota Jabar demi membuka kesempatan warganya berkreasi. Semoga Jokowi yang pro rakyat dalam konteks revolusi mental dapat mengakomodir niatan ini,” tandasnya.

Diluar tokoh di atas, hadir pula pegiat berbagai pergerakan seperti Serikat Buruh Kabupaten Bandung, Kawan Jokowi, Gerimis, Komunitas HEJO, Martabe, dan Gerobak.

“Kita butuh selain pengawalan, yaitu perwujudan nyata implementasi revolusi mental”, tegas Rommel Simamora yang diamini Miduk H. Keduanya, masing-masing mewakili komunitas Martabe dan Gerobak. (Harri Safiari)


Fishing