Kuningan (KaTer) - Akibat hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (24/7/2014) malam kemarin hingga Jumat (25/7/2014), mengakibatkan beberapa rumah milik warga RT.04 RW.07 Blok Sawahwaru Kuningan terendam air. Ketinggian air akibat hujan tersa diperkirakan mencapai 50 cm.
Pantauan di lapangan, rumah-rumah yang terendam air hujan tersebut diantaranya milik Sadi, Hj Kamdi, Hj Sugeng, Ida, Ema, Inah, Jaja, Ocih, Dana juga Rodiah. Meski tidak ada korban jiwa, namun luapan air yang merendamkan puluhan rumah warga, membuat para pemilik rumah harus bekerja keras mengeluarkan air menggunakan alat seadanya.
Derasnya air hujan yang mengguyur kuningan tersebut, tak hanya menyebabkan puluhan warga kebanjiran, namun juga membuat beberapa ruas jalan terendam. Hal tersebut mengakibatkan arus lalu lintas yang sedang dipadati para pemudik menjadi terganggu.
Menurut salah seorang warga setempat, Ida menjelaskan, awalnya hanya menduga jika hujan hanya akan turun sebentar. Namun, hujan yang cukup deras ternyata mengguyur hampir sehari semalam.
“Tadinya dikira sebentar, eh ternyata hujannya lama bahkan deras sekali. Beberapa perlengkapan rumah terendam seperti kursi, lemari dan ranjang. Terpaksa dikeluarkan untuk memudahkan pengurasan dan pembersihan rumah,” katanya.
Hal senada diutarakan Sadi yang juga menjadi korban kebajiran. Ia berharap agar Pemkab Kuningan bisa melakukan perbaikan sarana dan prasarana yang menyebabkan banjir. Karena, banjir kali ini merupakan kedua kalinya menimpa tempat tinggal warga. “Ada baiknya jika Pemkab Kuningan segera turun tangan mengatasi pemicu banjir yang ada disini,” pintanya.
Banjir juga merendam sejumlah ruas jalan di wilayah kota Kuningan. Salah satunya terjadi di Jalan Ir H Juanda yang merupakan jalan alternatif dengan jumlah kendaraan yang lalu lalang cukup banyak. Air setinggi 20 sampai 30 cm dijalan ini merendam jalan hingga menyebabkan kemacetan cukup serius.
“Kalau saya lihat, kayaknya ada saluran drainase yang mampet Kang. Air kan mengalir ke timur, pasti saja menguap karena aliran air yang seharusnya tersalurkan ke gorong-gorong, malah meluap ke jalan,” ujar Obay salah seorang pengendara motor.(AND)