Kuningan Terkini - Semakin meluas dan berkembangnya wilayah untuk pemukiman di Kuningan, membuat banyak lahan pertanian khususnya sawah yang beralih fungsi. Tercatat dalam tiga tahun ini lahan sawah menyusut sebanyak 262 Ha atau dari semula 29.078 Ha menjadi 28.816 Ha.
Kepala Distanakan Kabupaten Kuningan, Ir Bunbun Budhiyasa membenarkan terjadi penyusutan lahan. Namun, bukan berarti dengan menurunnya lahan secara otomatis produktifitas menurun.
“Penyusutan tidak bisa dihindari karena kebutuhan. Tapi kami selalu mengimbau agar sawah yang digunakan kalau bisa diganti. Sebagai bukti ada pembangunan rumah sakit di Luragung, si pemilik melakukan pergantian lahan sehingga tidak berkurang,” kata Bunbun kepada KaTer, Jumat (3/10/2014).
Menurutnya, justru dengan kecanggihan teknologi produktifitas bisa meningkat. Sebagai bukti, Kuningan mengalami surplus beras sebanyak 75.020 ton. Kebutuhan konsumsi sendiri sebanyak 136.606 ton, sedangkan ketersedian 211.628 ton.
“Saat ini, dari lahan seluas 1 ha bisa menghasilkan padi 6,1 ton. Kami menargetkan pada 2018 padi yang dihasilkan meningkat menjadi 7,1 ton. Target tersebut bisa yakin bisa tercapai karena ada teknologi dan tentu dalam menanam padi mengutamakan budidaya sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BP4K (Badan Penyuluh Perikanan, Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) Kabupaten Kuningan, Ir Hj Triastami menyebutkan, untuk mencapai produkstifitas beras yang terus meningkat, para penyuluh terus giat terjun ke masyarakat untuk memberikan pemahan mengenai teknologi dalam menunjang hasil pertanian.
“Kami kumpulkan bukan hanya kaum lelaki. Namun kaum ibu pun diberikan pembinaan. Kami terangkan yang namanya teknologi dalam pertanian pun ada. Tinggal kitanya saja menerapkan secara tepat,” katanya.
Dia juga meminta, para petani untuk lebih proaktif. Jangan seperti sekarang, penyuluh yang mencari petani. Dengan adanya kedekatan akan terjalan kerjasama yang baik. “Ketika hasil pertanian naik, bukan hanya petani yang merasakannya, namun pemerintah pun ikut senang,” pungkasnya.(AND)