Aneka

Galeri Sado Padukan Seni Rupa dan Bonsai

Aan Sugiantomas saat mengkolaborasikan seni teater, seni rupa dan Bonsai. seni teater,

Kuningan Terkini - Apa jadinya jika bonsai, seni rupa, fotografi, dan seni teater dipadukan? Tentu saja jadilah sesuatu yang luar biasa. Ide inilah yang sudah sejak lama mengendap di pikiran sesepuh Galeri Teater Sado (GTS), Aan Sugiantomas. Hingga kemudian, tanpa diduga ide ini mendapat tempat dalam sebuah pameran internasional bertema International Bonsai Art & Culture Bienale 2014.

Pameran internasional yang digelar di Yogyakarta mulai tanggal 18 November hingga 21 Oktober ini bertempat di Museum Benteng Vredeburg. Pameran ini digelar tidak hanya untuk pecinta bonsai saja, juga pecinta senirupa, fotografi, dan teater. Pameran diikuti oleh 19 perwakilan negara. Ke-19 perwakilan negara yang hadir itu antara lain Tiongkok, Taiwan, Philipina, India, Malaysia, Jepang, Amerika, Italia, Puertoriko, dan Indonesia sebagai tuan rumah.Tidak heran pameran ini menjadi ajang silaturahmi seniman nasional dan internasional.

Pameran yang dibuka tanggal 18 Oktober ini, berlangsung meriah dan ramai. Menurut pria yang terkenal sebagai pendiri dan sutradara Teater Sado, Aan Sugiantomas, Galeri Teater Sado sudah mempersiapkan materi pameran sejak berbulan-bulan lalu. Berbagai karya seni seperti foto rupa, pahatan, dan bonsai digarap dengan serius. Beberapa karya seni rupa, foto, dan teater yang sudah digarap sejak pameran industry kreatif di Jakarta dipoles kembali untuk dipamerkan.

“Kami mencoba memadukan bonsai dengan ketiga seni tersebut. Galeri Teater Sado mencoba membuka sekat yang membuat ketiga seni tersebut seolah-olah terpisah. Galeri Teater Sado mencoba mengkolaborasikan bonsai dengan seni rupa dan teater,” katanya kepada Kuningan Terkini melalui telepon selulernya, Rabu (22/10/2014).

Ketika ditanya tentang ide pameran, pria yang kesehariannya bergelut dengan seni menjawabnya dengan santai. Ide ini, sejalan dengan yang dilakukan Galeri Teater Sado,belakangan ini. Galeri Teater Sado sedang mencoba mengeksplor seni fotografi dengan media rupa. Sudah beberapa kali karya-karya kami dipamerkan di Jakarta.

“Pengalaman yang mengasyikan saat seni teater, fotografi, seni rupa, dan seni bonsai bisa berkolaborasi. Ini merupakan lompatan baru yang dilakukan Galeri Teater Sado. Setidaknya anggota Galeri Teater Sado bisa memahami lebih jauh bahwa filosofi kesenian tak bisa disekat hanya oleh media ekspresi,” ungkap Aan.

Di tahun 2014 ini lanjut Aan, kiprah komunitas asal Kuningan yang dipimpinnya ini tidak hanya di pameran internasional ini saja. Berbagai rangkaian kegiatan lokal dan nasional seperti Festival Drama Basa Sunda di Bandung, Jakarnaval 2014, Pawai Alegoris Hari Jadi Kuningan, Pameran Industri Kreatif di Jakarta Timur.

"Selain itu, Galeri Teater Sado dibantu Dapur Sastra Uniku dan Jepret Photowork yang tergabung dalam komunitas asal Kuningan, juga telah membantu penyelenggaraan Pameran Tunggal Lukisan Asep Dheny di Kuningan," jelasnya.

Diakhir perbincangan, Aan menjelaskan, keikutsertaan Galeri Teater Sado dalam berbagai pameran di kota-kota besar, tidak lain sebagai upaya memperkenalkan kesenian Kabupaten Kuningan sekaligus juga memberikan pengalaman kepada anggotanya untuk mengenal kesenian lebih dalam lagi.

“Meskipun tanpa dukungan dari Pemerintah daerah, Galeri Teater Sado akan terus melangkah dan berkesenian. Galeri Teater Sado percaya bahwa sejarah tidak bisa ada begitu saja, tapi harus diciptakan,” terangnya.(j’ly)


Fishing