Aneka

Pekerja Malam Sambangi DPRD Bandung

Pekerja malam sat menyampaikan aspirasinya di depan gedung DPRD Kuningan.

Kuningan Terkini - Rupanya batas kesabaran anggota Paguyuban Pekerja Malam (PPM) Kota Bandung yang biasa mencari nafkah di ratusan tempat hiburan, harus juga ditunjukkan kepada para wakilnya di DPRD Kota Bandung. ”Sejak awal tahun 2014, kami suka dicarekan istri. Penghasilan turun terus. Gimana atuh Pak nasib kami?”, kata seorang pendemo sambil mengacung-acungkan poster yang berisi kekesalan mereka (27/10/2014).

Unjuk rasa yang berlangsung sejak pukul 10.00 – 12.00 itu berlangsung relatif tertib. “Gara-gara pengurangan jam kerja kami hingga pukul 00.00 WIB setiap malam, banyak rekan kami yang dirugikan. Cabutlah Perda No. 7 Tahun 2012 yang menyengsarakan kami. Soal keamanan, kami juga siap bantu. Kembalikanlah ke semua sampai jam 03.00 pagi,” seru Sandy, selaku Korlap unjuk rasa ini.

Edwin Sanjaya, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, dalam ksempatan ini akan memidiasi antara Kapolrestabes Kota Bandung dan Walikota Bandung. “Kami menampung aspirasi ini. Perlu solusi yang bisa memecahkan masalah ini,” katanya.

Sementara itu Ridwan Kamil yang sempat berdialog dengan para pekerja malam di Gedung DPRD Kota Bandung, tampaknya masih bersikukuh pada bunyi Perda No 7 Tahun 2012.

“Untuk sementara ini, jawabannya mari kita merujuk pada Perda No 7 Tahun 2012. Ini demi kemaslahatan bersama,” terangnya.

Menghadapi jalan buntu ini, tampaknya para anggota PPM masih akan melakukan unjuk rasa ke berbagai pihak terkait lainnya. “Ini benar-benar aspirasi kami, tolonglah kami yang sudah bertahun-tahun menggeluti usaha hiburan ini. Rasanya Kapolda Jabar pun harus mempertimbangkannya”, kata salah seorang pendemo yang tak mau disebutkan namanya. (Harri Safiari)


Fishing