Kuningan Terkini - Uwarsih orang tua Haris Solehudin (15) siswa MTsN Cigugur yang diduga tewas dikeroyok oleh siswa MTsN Sindangsari usai pertandingan futsal tampak histeris ketika melihat keranda mayat yang berisi jenajah anak bungsunya akan dikebumikan. Ibu empat anak itu terus histeris sebelumnya ditenangkan oleh keluarga.
“Rek kamana dede, rek kamana dede (mau kemana dede,red),” ungkap Uwarsih saat jenajah HS akan dimakamkan.
Dengan sigap kerabat korban memapah Uwarasih ke dalam rumah. Suami Uwarsih, Haryono sendiri mencoba menegarkan diri meskipun raut mukanya tidak bisa dibohongi dalam keadaan tengah bersedih. Jenazah Haris baru dikebumikan, Minggu (21/12/2014) pukul 11.00 WIB karena terlebih dahulu dilakukan otopsi.
Meski kematiannya diduga dikeroyok usia pertandingan futsal antara MTsN Cigugur dan MTsN Sindangsari di GOR Ewangga dalam ajang Porseni Tingkat MTs se-Kabuparten Kuningan. Namun, hingga Minggu sore penyebab kematian korban belum ada kepastian. Berdasarkan informasi, pada pembukaan Porseni, Sabtu (20/12/2014), itu dibuka dengan pertandingan futsal.
Selama pertandingan antar pendukung kedua tim saling ejek termasuk Haris ikut didalamnya. Entah karena ejekan Haris dinilai kasar oleh pendukung lawan, usai pertandingan ia ditemukan terkapar di luar GOR Ewangga sekitar jam 13.35 WIB. Selain terkapar korban dalam kondisi pingsan dan terdapat beberapa luka dibagian tangan dan pelipis.
Teman-teman korban langsung membawanya Haris ke warung. Ternyata di warung korban muntah-muntah. Pemilik warung yang bernama Nurhari langsung menyarankan siswa untuk membawa korban ke rumah sakit bersama gurunya karena melihat kondisi korban parah. Namun, setelah di bawa ke RS Juanda nyawa Haris tidak tertolong. Korban pun langsung di bawa ke kamar mayat RSUD 45 Kuningan.
Kematian korban membuat kegiatan Porseni dihentikan dan pihak kepolisian langsung bergerak cepat dengan memanggil para saksi yang berjumlah 22 orang, baik warga sekitar pelajar hingga para guru. Hingga jam 23.00 WIB mereka dimintai keterangan mengenai kronologis kematian siswa kelas VIII itu.
Sementara itu, Wakapolres Kompol Dian Setiawan kepada wartawan membenarkan kejadian tewasnya Haris usai pertandingan futsal. Tapi, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab tewasnya korban. (AND)