Kuningan Terkini - Bayak produk kerajinan tangan (Handycraft), di Kabupaten Kuningan yang sangat menarik, unik serta kreatif. Diantaranya guci, kendi atau di sebut graba tidak kalah dengan produk daerah lain maupun Negara lain. Demikian disampaikan salah seorang penjual kerajinan tangan asal desa Bandorasa Kulon, Kecamatan Cilimus, Kuningan yang akrab disapa Sawur.
“Jika pengrajin mau merubah dan mengembalikan kepada niatan, dengan tujuan untuk bangkit, Insya Allah akan maju,” kata Sawur kepada Kuningan Terkini, Rabu (7/1/2015).
Lebih lanjut Sawur mengatakan, mungkin sebagian generasi muda terutama perkotaan sudah tidak tahu lagi apa itu kendi. Mungkin juga, dimata generasi muda, kendi adalah barang aneh atau barang sakral yang hanya nampak pada acara-acara tertentu seperti peresmian atau pernikahan.
“Untuk digunakan sebagai perabot rumah tangga, nampaknya bukan sebuah pilihan lagi. Kendi sudah terlindas modernisasi. Padahal kendi adalah dispenser alami yang sangat bagus bagi kesehatan,” katanya menjelaskan.
Kendi sambung Sawur, adalah hasil kerajinan tangan (handycraft) yang befungsi sebagai tempat air minum seperti halnya teko. Kendi terbuat dari tanah liat yang dibakar. Keistimewaan kendi terletak pada bahannya, yaitu tanah, karena tanah adalah sumber kehidupan.
“Tanah menjadi sumber makanan bagi tumbuh-tumbuhan yang kita makan. Selain itu, tanah juga adalah pembersih najis. Jika anda terkena najis berat, maka anda harus bersuci dengan tanah untuk menghilangkan najis pada bagian tubuh yang terkena najis tersebut,” paparnya.
Meski unik dan banyak manfaatnya terang Sawur, dijaman sekarang, tidak mudah untuk menjualnya. Butuh kesabaran yang ekstra untuk bisa menjual dalam omzet yang besar. Meski demikian, Ia yakin, kerajinan tangan ini jberpotensi meningkatkan kesejahteraan ika dikelola dengan baik.
“Mudah-mudahan, dengan adanya informasi yang saya berikan, bisa mengetuk hati masyarakat, khususnya generasi muda untuk bisa mencintai produk dalam negri, utamanya produk kerajinan tangan ini,” pungkasnya.(yogi)