Aneka

Ridwan Kamil Bintangi Bandung Parisj van Java

Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

Kuningan Terkini (Bandung) - Peran teranyar Ridwan Kamil, Walikota Bandung yang moncer di seantero jagat dengan konsep urban design kala menata kotanya, kini malah jadi bintang film. Tidak tanggung-tanggung, Walikota Bandung ini membintangi film layar lebar ‘Bandung Paris Van Java’ yang menelan biaya sekitar 1,7 miliar.

“Sebelumnya, bersama rekan-rekan pernah sih berkreasi bersama bikin film. Namun tak seperti sekarang buat layar lebar. Disini saya mau main, dan tanpa bayaran. Dilakukan diluar jam kerja. Ini untuk menginspirasi warga kota Bandung sebagai kota kreatif.” kata Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil di Café Bober Jl. Sumatera Bandung, (8/1/2014).

Hadir dalam kesempatan ini Priana Wirasaputra, Kadis Pelayanan Pajak Kota Bandung yang dalam pembuatan film ini berperan sebagai Penasihat Produksi. Hal ini dilakukan semata demi menginspirasi warga kota Bandung. Ia berharap ini jadi pemicu, dulu Bandung terkenal sebagai kota film.

“Kalau tak salah film Loetoeng Kasaroeng tahun 1930-an dibuat pertama di Bandung,”, ujar Priana yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kadisparbud Kota Bandung.

Ditempat yang sama, Produser, Tedi Hanuramada didampingi Produser Eksekutif, Senny Bunyamin dan Sutradara Renny Masmada menjelaskan, dalam fill layar lebar ini, biayanya sekitar Rp. 1,7 miliar. Berkisah tentang perjuangan warga Bandung yang menggugah. Tokohnya mampu mengembangkan kemampuan kreasi dibidang fashion hingga dikenal ke mancanegara.

“Lokasi shooting selain Bandung dan Jakarta, juga di Amsterdam, Belanda dan Paris, Perancis. Semoga bisa tayang di bulan Februari 2015”, kata Tedi Hanuramada menjelaskan.

Terpisah, salah seorang pegawai bank swasta, Susi Yatnika (27) mengatakan, terjunnya walikota Bandung membitangi film layar lebar, menurutnya tidak masalah sepanjang tidak mengganggu tugas utamanya sebagai walikota.

“Boleh-boleh saja, asal tidak mengganggu tugas utamanya sebagai walikota. Baguslah, bisa jadi contoh pejabat lain, karena tak terima bayaran dan dilakukan di luar jam kerja kan?,” selorohnya.

Hal yang sama juga disampaikan aktivis dari LSM CADAS (Ciri Aspisari Dari Abdi Sanagara), Kimsuy. Ia berharap agar jangan sampai seperti Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar yang telah membuat kontroversi dikalangan masyarakat Jawa Barat. “Tayangan iklannya masih mengudara di berbagai media,” sindirnya.(Harri Safiari)


Fishing