Kuningan Terkini - Puluhan warga Desa Manislor Kecamatan Jalaksana-Kuningan, mengikuti Workshop Pembentukan Kader Damai yang digelar oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kabupaten Indramayu, kemarin.
Workshop yang digelar di balai Desa Manislor diikuti berbagai lapisan masyarakat, diantaranya perwakilan pamong desa, jemaat ahmadiyah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan perwakilan dari masing-masing dusun.
Workshop tersebut menghadirkan dua orang nara sumber yakni Kanit Binmas Polsek Jalaksana, Jeftha Borang dan Kuwu Desa Manislor, Yusup Ahmadi.
Ketua Lakpesdam NU Indramayu, Iing Rohimin menjelaskan, pelaksanaan workshop digelar dalam rangkaian program PNPM Peduli yang mendorong terwujudnya inklusi bagi masyarakat.
Di Desa Manislor lanjut Dia, terdapat komunitas jemaat ahmadiyah yang selama ini dikenal sebagai kelompok agama yang memiliki perbedaan kepercayaan yang dianutnya.
Perbedaan itu pernah menjadi polemik di kalangan masyarakat beberapa waktu lalu. Bahkan konflik sosial juga pernah meletus hingga menimbulkan jatuh korban.
“Kami dari Lakpesdam melalui program PNPM Peduli tidak akan berbicara soal keyakinan dan agama. Tapi, kami menjalankan program dari Kementrian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) untuk mendampingi kelompok minoritas yang berlatar suku, kepercayaan dan agama agar mereka dipenuhi haknya sebagai warga negara,” ujar Iing.
Jeftha Borang dalam pemaparannya menjelaskan, keragaman suku, ras, agama maupun kepercayaan adalah kekayaan Indonesia yang harus dipertahankan dan dijaga. Untuk itu, diperlukan peningkatan rasa toleransi agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan.
“Pembentukan kader damai ini merupakan upaya positif untuk mencegah terjadinya konflik sosial. kami dari kepolisian sangat mendukung dan berharap agar kedepannya tercipta kerukun antar umat beragama,” kata Jeftha.
Sementara itu Kuwu Desa Manislor, Yusup Ahmadi menyatakan, bahwa Pemerintah Desa Manislor sangat mendukung kegiatan tersebut.
“Kita harus membebaskan diri konflik masa lalu. Kita harus memperkecil masalah yang besar dan menghilangkan masalah yang kecil agar suasana desa ini menjadi kondusif,” tegasnya.
Setelah selesai mengikuti workshop, para peserta menandatangani kesepakatan bersama yang berisi kebulatan tekad untuk menghilangkan konflik dan meningkatkan toleransi antar umat beragama. Pada kesempatan itu juga langsung dipilih kepengurusan Kader Damai Desa Manislor yang diketuai oleh Ahdi. (BAY)