Aneka

Yanuar Kritik Pengelolaan Wisata Pangandaran

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yanuar Prihatin

Kuningan Terkini - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yanuar Prihatin, mengkritik keras pengelolaan wisata Pangandaran.

“Saya kemarin lakukan kroscek soal wisata Pangandaran. Ada sejumlah titik yang kami tinjau. Ternyata terbukti bahwa Pangandaran dari segi manajemen sebagai kawasan wisata belum optimal,” ucap Yanuar kepada Kuningan Terkini usai memberikan materi motivasi kepada puluhan Mahasiswa Unisa Kuningan, Senin (4/5/2015), di kampus Unisa Cigugur Kuningan.

Menurutnya, optimalisasi manajemen yang masih dianggap belum berjalan baik itu, karena masih banyak ditemukan sisa-sisa kotoran sampah di sepanjang kawasan wisata Pangandaran. Selain itu, penataan pantai juga masih terbilang semrawut dan tidak teratur. Bahkan, para pedagang kaki lima (PKL) juga masih belum diatur secara baik.

“Belum lagi soal infrastruktur, koordinasi antar instansi belum terlihat kompak, jadi terlihat bahwa manajemen didalamnya belum berfungsi secara baik,” tegasnya.

Jika sebelumnya dirinya menggadang-gadang supaya Pangandaran bisa dijadikan icon wisata dunia, maka memang harus ada pembenahan di segala sektor.

“Ini memang berpotensi menjadi wisata berkelas dunia, tapi perlu dibenahi secara serius, baik mulai di tingkat Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Ini potensinya luar biasa, cukup baik jika diseriusi menjadi salah satu icon wisata dunia di Jabar,” katanya.

Lebih jauh, Yanuar juga menyampaikan terkait Pilkada yang bakal digelar secara serentak di Dapilnya, yakni Kabupaten Pangandaran pada bulan Desember mendatang tahun ini, dilanjutkan di Tahun 2016 dan yang ketiga pada Tahun 2018 untuk Pilkada serentak.

“Nah yang serentak pertama kali ini yang pertama di wilayah Pangandaran. Selain itu di beberapa tempat lain di jawa barat juga melakukan persiapan menyambut Pilkada serentak yang baru pertama kali digelar pada tahun ini,” terangnya.

Dirinya juga menilai, apabila calon pemimpin Kabupaten Pangandaran nantinya tidak mempunya visi misi wisata, maka perkembangan potensi pariwisata Pangandaran kedepan tidak akan berjalan optimal.

“Bisa-bisa prospek perkembangan potensi wisata yang ada di Pangandaran tidak akan berjalan baik. Karena jika pemimpin daerahnya mempunyai visi wisata yang kuat, insting wisata yang kuat, feeling wisata yang hebat maka potensinya bisa berkembang luar biasa,” pungkasnya. (AND)


Fishing