Kuningan Terkini - Rumah salah seorang warga RT 05 RW 02 Lingkungan Serang Awirarangan Cijoho Kuningan, Zuhro yang masuk dalam kategori Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), nyaris tidak tersentuh pemerintah daerah. Pasalnya, hingga perbaikan dan pembongkaran rumah hanya dikerjakan secara swadaya oleh warga setempat, Rabu (6/5/2015).
Rumah ukuran 14 meter yang sudah didiami hampir 60 tahun dengan dua (2) Kepala Keluarga (KK) lainnya didalam rumah tersebut, kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Zuhro dengan 6 anggota keluarganya hanya bisa pasrah tak mampu berbuat apa-apa, walaupun rumah biliknya nyaris roboh karena tak mampu untuk memperbaikinya.
“Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan sehari-haripun saya kadang kewalahan karena hanya berprofesi sebagai juru parkir di Pasar Baru Kuningan,” katanya.
Kondisi rumah rumah Zuhro memang sudah sangat memprihatinkan, rumah yang dindingnya terbuat dari bilik bambu itu sudah rapuh serta atapnya juga sudah pada bocor, hingga setiap kali hujan ia dan istrinya tidak bisa tidur karena dalam rumahnya pasti basah terkena air hujan.
“Yah terpaksa saya tinggal disini, karena apabila harus pindah kami tdak tahu tinggal dimana, lagi pula ini adalah satu-satunya harta yang kami miliki,” keluhnya.
Akan tetapi, karena inisiatif bersama dari warga setempat dengan dorongan salah seorang anggota DPRD Kuningan, H Uus Yusuf akhirnya rumah tersebut diperbaiki. Zuhro dengan keluarga besarnya sangat berterimakasih, atas kepedulian warga setempat dengan bergotong royong membantu perbaikan dan pembongkaran rumah secara swadaya.
Ditempat yang sama, Ketua RT Imam menambahkan, pada tahun ini memang belum ada bantuan untuk Rutilahu yang diturunkan oleh pemerintah daerah. Sebelumnya, sudah ada program Rutilahu yang sudah memperbaiki sebanyak lima rumah warga lainnya.
“Untuk rumah ke enam ini dananya belum turun. Jadi, karena melihat kondisi rumah yang sudah rapuh dan mengancam jiwa pemilik rumah, maka kami berinisiatif dengan warga lainnya dan dibantu Pa H Uus akhirnya membongkar dan memperbaikinya,” terangnya.
Sementara anggota DPRD Kuningan, H Uus Yusuf ketika dikonfirmasi menyatakan, prihatin dengan kondisi rumah warga tersebut. Masalah yang dialami Zuhro adalah satu dari sekian ratus mungkin ribu masyarakat Kuningan yang sampai saat ini belum bisa merasakan bantuan Rutilahu yang setiap tahun digelontorkan oleh pemerintah.
“Seharusnya pihak pemerintah dapat proaktif dan lebih selektif lagi untuk memberikan bantuan Rutilahu ini, agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan. Jelas, ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah, dimana pemerintah seharusnya lebih proaktif dengan turun kedaerah untuk mendata langsung berapa jumlah rumah tidak layak huni ini, jangan sampai menunggu laporan atau usulan dari pemerintah desa saja,” imbaunya.(AND)