Kuningan Terkini - Hiburan warga adu bagong, kembali ditontonkan di Desa Cantilan, Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan. Kawanan anjing diuji ketangkasannya dalam menghadapi dan menjatuhkan bagong (babi hutan) diarena adu bagong, tepatnya dilapang Desa Cantilan, Minggu (21/11/2016) kemarin.
Setelah lama tidak terdengar, akhirnya hiburan tradisional masyarakat Cantilan kembali dilaksanakan oleh warga. Ratusan penonton memadati arena adu bagong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Dedi salah seorang penonton asal Desa Mandirancan, Kecamatan Mandirancan, rela datang jauh hanya untuk menyaksikan pagelaran adu bagong. Sebelumnya dia belum pernah menyaksikan langsung, hanya melihat dari televisi maupun video, setelah ada ajakan dari kawannya tanpa berpikir dia langsung datang ke Desa Cantilan.
"Jarak yang jauh bukan hambatan untuk melihat pagelaran unik ini, apalagi memang saya penasaran. Pas kebetulan teman memberi tahu ada adu bagong di Centilan dan mengajak saya untuk kesana, tanpa berpikir panjang langsung saya terima ajakannya," terangnya.
Sementara itu, Yogi Iskandar salah seorang panitia mengatakan kepada Kuningan Terkini, banyaknya populasi hama babi hutan disekitaran desa menjadi salahsatu alasan diadakannya pagelaran ini.
“Adu bagong sendiri terdiri dari tiga ekor anjing pemburu dan satu babi hutan, yang memang sebelumnya sudah diburu juga dipersiapkan,” pungkasnya. (Gilang)