Kuningan Terkini - Sedikitnya 22 rumah warga di Dusun Cimeong 4 Desa Cilayung Kecamatan Ciwaru mengalami retak-retak akibat pergerakan tanah yang terjadi beberapa minggu lalu. Warga pun terpaksa harus mengungsi ke pedesaan terdekat untuk mengamankan diri.
Salah seorang warga yang rumahnya mengalami retak-terak, Dadang (46) mengatakan, kejadian tersebut terjadi sejak 20 hari yang lalu ini akibat hujan deras yang mengguyur desa saat itu. “Saat mau maghrib, hujan deras sekali, kemudian tiba-tiba ada pergerakan tanah. Awalnya hanya sedikit, tetapi lama-kelamaan tanah tersebut bergeser ke bawah,” ungkapnya.
Untuk sementara kata Dadang, karena khawatir terjadi kembali pergerakan tanah, puluhan warga di Desa tersebut harus mengungsi ke ketempat yang lebih aman, dengan membawa barang-barang serta keluarganya.
“Ya untuk sementara warga mengungsi ke desa sebelah. Saya ngungsi ke atas rumah orang tua. Karena kalau hujan deras takut terjadi lagi,” tutur Dadang yang tengah melihat teras rumahnya terak dengan kedalaman sekitar kurang lebih satu meteran itu.
Hingga saat ini sambung Dadang, warga di Desa tersebut belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, meskipun dari pihak BPBD Kuningan telah mengontrol lokasi lokasi kaejadian. “Waktu itu ada dari BPBD beberapa kali datang kesini, mereka hanya memberikan bantuan logistik berupa sembako,” terangnya.
Warga berharap, pemerintah daerah untuk memberikan bantuan secepatnya. “Ya saya dan warga lain pasti berharap ingin ada bantuan secepatnya, karena kan rumah itu merupakan tempat tinggal,” pintanya.
Perlu diketahui, Dusun Cimeong berada di daerah perbukitan, dimana kebanyakan warganya bekerja sebagai petani. Seperti diungkapkan oleh warga lainnya, yakni Warsan (45) yang tengah sibuk mencangkul lahan sawahnya. Sudah beberapa minggu dirinya mengungsi ke Desa Mekarmulya. (l.hakim)