Kuningan Terkini, Bandung - Diketahui tidaklah mudah menyelenggarakan kontes ketangkasan anjing pemburu. Menurut Nurhadi, Sekjen Hiparu (Himpunan Pelestari Anjing Pemburu) perlu koordinasi yang kuat dengan pihak pengaman setempat baik Muspida maupun Muspika.
”Bersyukur di di Kampung Babakan Salam Desa Ciporeat (Kec. Cilengkrang Kab. Bandung), semua pihak menyetujuinya. Ada ratusan anjing yang dibawa pemiliknya. Ribuan penonton pun hadir di sini,” papar Nurhadi, Sekjen Hiparu yang hari itu tampak sumringah atas helatan ini.
Intinya kata Nurhasdi, ada 5 kelas ketangkasan anjing pemburu yang bertujuan memunculkan lagi kecintaan terhadap anjing asli Indonesia. Khusus di daerah Priangan, sering disebut anjing kampung jenis mongrel. Ini berperan penting sebagai pembasmi hama babi yang merusak tanaman para petani.
“Jangan anjing ras pemburu saja yang punya stambook, anjing kampung itu asli milik kita sejak jaman legenda Tangkuban Parahu Sangkuriang dan Si Tumang,” jelas Nurhadi yang menginginkan untuk masa depan organisasinya mampu membuat stambook khusus anjing kampung.
Berikut para pemenang Kontes Ketangkasan Anjing Pemburu Korda Bandung A. Masing-masing juara 1, 2, dan 3 setiap kelas, sebagai berikut: Perang Bintang pemenangnya Kliwon, milik Adi dari Cigadung; Buffon milik Uun dari Bojong Koneng, dan Carlos milik Anton dari Cileunyi.
Eksekutif pemenangnya Gaston milik Yana dari Antapani; Douglas milik Ripal dari Lembang; dan Gresh milik Lucky dari Legok Hayam. Umum pemenangnya Deblo milik Uun dari Bojong Koneng; Messi milik Ayi dari Cikoneng; Soldadu milik Cecep dari Lembang.
Slayangan pemenangnya Kuper dan Mondi milik Bule dari Lembang; Maru dan Kasep milik Apep dari Bandung, dan juara ketiga Beurit milik Unil dari Sumedang. Priangan pemenangnya Keplek, Wiro, dan Bogel milik Iin dari Garung; Sutet, Buntung, dan Bajing milik AK71 dari Sumedang; Lembang 1,2,3 milik Bule dari Lembang.
Pengamatan Candika (45) penggemar satwa anjing asal Cianjur yang hadir bersama 3 rekannya mengatakan, Paling seru uji ketangkasan anjing pemburu kelas slayangan dan priangan. Soalnya, tidak satu lawan satu, melainkan satu babi lawan dua atau tiga anjing.
“Ini yang bikin seru. Makanya beralihlah memelihara anjing kampung biar hama babi dapat dikendalikan,” terangnya. (Harri Safiari)