Kuningan (KaTer) - Hujan deras yang mengguyur Kuningan beberapa hari belakangan ini, bencana longsor kembali terjadi di desa Tugumulya, Darma, Jum’at (21/2/2014). Delapan rumah milik warga Blok Wedangtemu Desa Tugumulya Darma nyaris ambruk terkena longsor. Dari delapan rumah yang terkena longsor, satu rumah milik milik Shahbar, RT.05 RW.02 paling parah. Bagian pojok belakang rumahnya nyaris amblas ke jurang akibat pinggiran belakang rumahnya terseret longsor.
Pantauan Kater dilokasi menyebutkan, bagian belakang rumah milik Shahbar yang terseret longsor terlihat seperti jurang terjal. Bahkan, rumah milik Shahbar menggantung, sehingga terancam ambruk jika tidak segera di perbaiki sesegera mungkin. Selain itu, ada tujuh rumah lagi diterjang longsoran. Diantaranya, rumah milik Swaenah di RT.06 RW.02, rumah milik Jaja, Martini di RT 05 RW 02, serta rumah milik Ruhedi, Santono dan Suprianto di RT 04 RW 02.
Menurut Lurah Dusun Wedangtemu, Suharno, longsoran tanah yang terjadi di daerah ini serentak terjadi sekira pukul 20.00 malam. Saat itu hujan turun gerimis namun tiba-tiba saja terdengar suara gemuruh longsoran tanah, sehingga membuat warga setempat panik.
Sementara, Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kuningan, H Lili Suherli Msi saat meninjau lokasi kejadian belum lama ini mengatakan, untuk korban yang paling parah yakni rumah milik Shahbar tidak terlalu menelan kerugian materi yang besar. Di luar itu, tujuh rumah yang turut terkena dampak longsoran tanah itupun tidak terlalu mengalami kerugian materi yang cukup besar.
“Tujuan dari peninjauan langsung di tempat kejadian bencana, untuk menentukan penanganan selanjutnya. Hal ini tentunya, agar langkah penanganan dan perbaikan sesuai dengan kondisi yang terjadi di lokasi bencana,” katanya.
Dia menambahkan, untuk langkah awal yang harus segera dilakukan yakni dengan membangun Tembok Penahan Tebing (TPT). Hal ini untuk penanggulangan longsor susulan di titik rawan longsor. Pembangunan TPT sendiri akan diprioritaskan pada rumah yang sangat terancam longsor setinggi 3 meter dengan trap 2 meter.
“Kondisi rumah dengan kerusakan yang terbilang belum terlalu parah, akan dibangun TPT setinggi 1 meter. Karena, ukuran tersebut sepertinya sudah cukup menahan titik yang berpotensi longsor,” pungkasnya.(AND)