Aneka

Warga Longkewang Dihantui Longsor Susulan

Warga Longkewang menunjukan lokasi yang ternena longsor.

Kuningan (KaTer) - Sejumlah warga Longkewang Ciniru Kuningan yang selamat dari bencana longsor, saat ini masih dihantui dan perasaan cemas akan adanya longsor susulan. Pasalnya, hujan masih kerap mengguyur Kuningan khususnya Longkewang, ditambah kondisi di beberapa titik daerah Longkewang masih rentan terjadi pergeseran tanah.

“Sejak kejadian longsor yang menimpa Longkewang, keberadaan tanah di desa kami kerap mengalami pergerakan. Apalagi, keberadaan ukuran luas longsor di blok babakan, tiap detiknya makin bertambah,” kata Kepala Desa Longkewang, Sutarsa saat di temui di lokasi musibah longsor, Senin (24/2/2014).

Setelah melakukan pendataan sebelumnya kata Sutarsa, ada beberapa titik rawan bencana yang berpotensi rawan longsor susulan. Hasil pendataan itu, terdapat delapan titik rawan yang bisa mengancam dan membahayakan pemukiman warga. Seperti di Dusun Babakan, Dusun Munggang, Blok Anggolasi dan lainnya di RT dan RW yang berbeda, serta Masjid Al Hidayah dan Balai Desa Longkewang juga dengan kondisi yang terancam musibah longsor.

“Ada juga sebanyak 17 titik yang sudah terkena timbunan matrial tanah. Dari belasan titik itu diantaranya tanah milik Juhana Erman, Satia, Darsono, Bahri, Tarsono dan lainnya yang kebanyakan berada di Blok Baturea dan Blok Munggang. Dari jumlah itu, ada sedikitnya 35 pemukiman warga, sampai saat ini dengan kondisi terancam bahaya longsor di Dusun Babakan dan Dusun Munggang,” papar Kades Sutarsa dengan nada sedih.

Orang nomor satu di Longkewang berharap, pemerintah daerah dengan sigap dan cepat bisa memberikan solusi, mengantisipasi kelangsungan bencana alam di daerahnya. Apalagi, sejak kejadian longsor penanganan teknis masih bersifat manual. Padahal, keberadaan perbaikan dan ketepatan pemberian bantuan, sangat di butuhkan untuk melancarkan aktivitas penduduk sekitar.

“Kami sih minta pemda untuk memberikan tindakan nyata. Sebab, dengan kejadian musibah kali ini, jelas memiliki dampak yang besar dan merugikan lingkungan masyarakat sekitar,” pungkasnya.(AND)


Fishing