Ekonomi

Warga Minta Tarif Angkot Diturunkan

Kuningan Terkini - Turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tidak diikuti oleh turunnya tarif angkutan umum (angkot). Tak ayal, kondisi ini dikeluhkan para pengguna jasa transportasi umum.

Maman (33) salah satu penumpang angkutan umum mengatakan, tidak turunnya tarif angkot membuktikan bila supir dan pengusaha angkot tidak adil. Seharusnya, sejak diumumkannya BBM turun, maka secara otomatis tarif angkutan umum juga harus turun.

"Padahal kan BBM sudah turun, tapi ongkos tetap saja segitu, tidak ada turun-turunnya sama sekali," ujarnya kepada Kuningan Terkini, Senin (5/1/2015).

Hal senada diungkapkan Asep (30). Menurut warga asal Kecamatan Jalaksana ini, saat ini harga BBM, seperti premium dan solar, sudah diturunkan oleh pemerintah. Premium dari sebelumnya Rp 8.500 menjadi Rp 7600. Sedangkan jenis solar, dari Rp 7.500 menjadi Rp 7.250.

"Naik angkot, tarifnya masih sama. Bayar Rp 4.000 tadi. Padahal harga bensin sudah turun," keluhnya. (DHE)


Fishing