Kuningan Terkini - Pasca penggantian Tahun Baru, harga daging ayam dibeberapa pasar di wilayah Kabupaten Kuningan meroket. Setiap kilogramnya, harga daging ayam mengalami kenaikan berkisar 5 ribu rupiah hingga 6 ribu rupiah dari harga harga normal, yaitu 27 ribu rupiah.
Akibat kenaikan harga daging ayam ini, tidak saja konsumen yang mengeluh, pedagangpun juga mengeluh, karena berdampak kepada omset penjualan yang berkurang. Hal ini dialami salah seorang pedagang di pasar Cilimus, Ecu.
“Kenaikan harga daing ayan ini lumayan besar, berkisar antara 6 ribu hingga 7 ribu rupiah perkilogramnya. Sehingga, banyak konsumen yang mengeluh, penjualanpun juga mengalami penurunan, sehingga keuntunganpun berkurang,” keluh Ecu kepada Kuningan Terkini, Senin (12/1/2015).
Hal senada disampaikan salah seorang konsumen asal Cilimus, Indra. Ia sangat menyayangkan harga daging ayam ini. Seharusnya, ketika BBM turun, harga daging ayam harusnya ikut turun, bukan malah jadi naik.
“Dulu ketika BBM naik, harga ikut naik, sekarang BBM turuh seharusnya harga juga ikut turun. Saya berharap, pihak terkait menelusuri kanaikan harga ini, bila perlu operasi pasar,” omelnya.(yogi)