Kuningan Terkini - Untuk mengobati dan memulihkan yang sudah terlanjur terjerat Narkoba, BNN Kuningan bekejasama dengan Rumah Dampingan Tenjo Laut Kabupaten Kuningan menerapkan Rehabilitasi Narkoba Berbasis Konservasi Alam. Hal ini terungkap saat kepala BNN Kuningan, Guruh Zulkarnaen berbincang dengan Kuningan Terkini di kantornya, Rabu (16/3/2-16).
Menurut Guruh, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, BNN berpedoman pada empat pilar utama yaitu Pencegahan, Pemberdayaan Masyarakat , Pemberantasan, dan Rehabilitasi. Berbeda dengan ketiga pilar lainnya yang berfokus pada pencegahan penyalahgunaan narkoba, fungsi rehabilitasi dimaksudkan untuk mengobati dan memulihkan mereka yang sudah terlanjur terjerat pada barang haram ini.
“Fungsi rehabilitasi ini cukup penting mengingat di Indonesia sudah terdapat 5 juta orang penyalahguna dan pecandu narkoba,” kata Guruh menjelaskan.
Dalam mendirikan balai balai rehabilitasi ini kata Gurh, BNN Kuningan bekerjasama dengan komponen masyarakat melalui rumah dampingan untuk membantu pemulihan para pecandu narkoba. Salah satu rumah damping yang diajak bekerjasama dengan BNN adalah Rumah Dampingan Tenjo Laut Kabupaten Kuningan yang berlokasi di Blok Tenjo Laut Desa Babakanmulya.
“Rumah Tenjo Laut Kabupaten Kuningan ini menangani fungsi rehabilitasi dan pasca rehabilitasi secara sekaligus. Dimana setiap periode diisi oleh residen rehabilitasi sekitar 20 orang setiap dua bulan dan residen pasca rehabilitasi setiap tiga bulan,” terangnya.
Di dalam Rumah Dampingan sambung Guruh, residen diajarkan tentang Vokasional dan berbagai macam keterampilan. Selain kegiatan di Rumah Dampingan juga mempunyai program yang berbasis Konservasi alam. Disana, residen diberikan pelatihan tentang menjaga hutan, bercocok tanam, membudidayakan hasil tanaman produktif.
“Pada lahan seluas tiga hektar disekitar rumah damping Tenjo Laut ditanami sekitar 3000 pohon sirsak, 1000 pohon pisang, 2500 pohon papaya California, dan 1500 pohon produktif lainnya. Selain itu pula, program yang sudah berjalan sejak 26 Februari lalu juga ditanami tanaman tumpang sari seperti cabai, tomat, dan sebagainya,” ungkapnya.
Diakhir perbioncangan, Guruh menjelaskan, program kegiatan Pasca Rehabilitasi ini diadakan untuk menekan angka Relapse dan mempertahankan nilai-nilai yang telah di berikan selama Rehabilitasi primer serta memberikan pembekalan Vocasional dan juga mencarikan peluang kerja.
“Petugas Rumah Tenjo Laut akan membantu semaksimal mungkin untuk menghasilkan tenaga produktif yang tangguh dalam menempuh masa Re-Integrasi kemasyarakatan agar menjadi anggota masyarakat yang sehat dan produktif,” pungkasnya.(nonarizky)