Kesehatan

Prodi Kebidanan STIKKU Selenggarakan Pelatihan IUD

Kuningan Terkini - Prodi Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan (STIKKU) menyelenggarakan pelatihan pemasangan dan pencabutan IUD atau alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Kegiatan diselenggarakan selama 2 (dua) hari mulai tanggal 17-18 Mei 2016.

Kaprodi Kebidanan Ai Nurasiah SST MKM mengatakan, pelatihan tersebut diselenggarakan sebagai hasil kerjasama institusional antara Prodi Kebidanan dengan PT DKT Indonesia yang notabene merupakan salah satu produsen alat kontrasepsi terbesar di Indonesia.

“Kegiatan ini sifatnya periodik atau rutin dan diselenggarakan setiap tahun. Untuk tahun ini diikuti oleh seluruh mahasiswa kebidanan semester 4,” ungkap Ai, Kamis (19/5/2016).

Setiap 4 mahasiswa dibimbing 1 orang trainer dan melakukan praktik pemasangan dan pencabutan IUD. Pelatihan ini sifatnya intensif dan mendalam.

“Diharapkan para mahasiswa lebih terampil lagi dalam melakanakan kompetensi tersebut di kemudian hari, disamping mereka juga telah menerima materi perkuliahan terkait di bangku kuliah,” terangnya.

Ai menekankan bahwa mahasiswa sangat penting untuk senantiasa mengambil inisiatif dalam proses pembelajaran sehingga diharapkan tercipta pembelajaran yang aktif.

“Mahasiswa harus punya inisiatif untuk senantiasa memanfaatkan fasilitas Skill Lab STIKKU yang memang saat ini sudah sangat memenuhi standar. Jangan sampai fasilitas penunjang laboratoriumnya mewah tapi inisiatif mahasiswa untuk memanfaatnya memble alias rendah. Karena itu, mahasiswa harus aktif dalam berbagai kegiatan pembelajaran baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler yang akan mendukung pencapaian kompetensi,” ucapnya.

Ketua STIKKU Asep Sufyan Ramadhy menegaskan pentingnya mahasiswa memahami perbedaan pendidikan vokasional dan pendidikan akademik.

“Pendidikan vokasional memang ditujukan untuk menghasilkan lulusan yang harus lebih cepat adaptif dengan dunia kerja, dalam arti pasca lulus harus siap memasuki dunia kerja, baik hardskill maupun softskills nya. Karena itu tidaklah mengherankan jika pendidikannya bersifat anaerob, dalam arti tak ada berhentinya, habis kegiatan yang satu lanjut kegiatan lainnya,” kata Asep.

Habis pelatihan IUD ini lanjut Asep, akan ada kegiatan-kegiatan akademik lainnya. Tentunya ini bagi sebagian orang bisa disalah persepsikan.

“Sebagian orang bisa salah mempersepsikan, kesannya sibuk banget. Padahal tentu tidak demikian adanya. Faktanya mahasiswa memiliki banyak waktu untuk berinteraksi dan terlibat dalam berbagai kegiatan lainnya baik akademis maupun nonakademis,” pungkas Asep. (dhe)


Fishing