Sosial

Kuningan Waspada Bencana Alam

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauludin, SE

Kuningan (KaTer) - Wilayah Kuningan dengan letak geografis yang banyak memiliki kawasan perhutanan dan perbukitan sangat rentan terhadap potensi bencana alam. Selama tahun 2013 lalu, jumlah kejadian mencapai 190 kasus atau meningkat 0,84 persen jika di bandingkan dari tahun 2012 yakni hanya 159 kejadian bencana alam. Demikian diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Drs. Agus Mauludin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/1/2014).

Bencana yang terjadi sepanjang tahun lalu kata Agus, sangat variatif. Bencana alam atau kejadian musibah tersebut mencakup tanah longsor, gempa, kebakaran, banjir dan angin putting beliung. Berdasarkan catatannya, selama tahun 2013 bencana tanah longsor itu sejumlah 51 titik (59 persen) 125 kejadian. Berbeda dengan tahun 2012 silam, jumlahnya sebanyak 74 kejadian.

“Lokasi yang banyak terjadi bencana terletak di daerah ciniru, sekira 22 titik kejadian atau 18 persen dan wilayah Maleber sekitar 13 titik kejadian atau sebanyak 10 persen. Di samping itu, untuk musibah kebakaran jumlahnya mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. semula di tahun 2012 itu sebanyak 17 titik, kemudian di tahun 2013 kemarin itu jumlahnya sekira 58 titik kejadian,” paparnya.

Sementara untuk musibah kebakaran lanjut Agus, banyak terjadi di wilayah Kuningan yakni 9 titik kejadian dan Garawangi sebanyak 5 titik. Untuk jumlah kerugian, pada tahun 2012 mencapai Rp. 15. 259.329.000 dan tahun 2013 sebesar Rp. 6.504.784.600. Untuk itu, pihaknya selalu melakukan upaya intensif yakni dengan koordinasi dan komunikasi dengan seluruh perangkat muspika setempat di seluruh wilayah Kuningan.

“Sebagai upaya penanggulangan, kami selalu siap siaga selama 24 jam untuk bekerjasama dengan seluruh stakeholder maupun warga masyarakat apabila ada laporan tentang bencana alam maupun musibah luar biasa,” ungkapnya.(AND)


Fishing