Wisata

Saptonan, Tradisi Budaya Kuningan

Saptonan

Kuningan Terkini - Dalam upaya promosi kepariwisataan daerah dan pelestarian nilai-nilai budaya tradisional daerah serta memeriahkan hari jadi Kuningan, Pemkab melalui Disparbud Kuningan menggelar Saptonan dan Panahan Tradisional di Lapangan Ancaran, Selasa (2/9/2014).

Bupati Kuningan Hj Utje Ch Hamid Suganda kepada KaTer menuturkan, digelarnya acara kebudayaan ini dalam rangka Harjad Kuningan ke 516 yang setiap tahun memang rutin dilaksanakan.

“Ini sebenarnya pesta rakyat. Jadi, pada jaman dahulu saat ada kerajaan, para demang dan punggawa sebagai wujud setia dan patuh pada raja, maka memberikan persembahan kepada kerajaan sebagai simbol atas pencapaian kemakmuran rakyatnya,” katanya.

Saat ini lanjut Utje, tradisi tersebut dipertahankan sebagai wujud untuk melestarikan budaya daerah sehingga generasi muda mengerti bahwa budaya sunda itu penting sebagai identitas daerah.

“Salah satu yang ditampilkan dalam gelaran kebudayaan seperti kuda, itu disimbolkan sebagai ksatria yang siap bertempur membela negara. Selain itu, kuda juga sebagai simbol dari Kabupaten Kuningan,” ungkapnya.

Dikatakan pula, kuda sebagai simbol kabupaten sekaligus dijadikan mascot karena sarat akan sejarahnya. Pada jaman dahulu, Adipati Ewangga yang memerintah Kabupaten Kuningan mempunyai kuda kesayangan, nama kudanya si Windu.

“Walaupun kudanya kecil, tapi gerakan kuda tersebut lincah dan cepat. Jadi, seperti orang-orang Kuningan walaupun kecil-kecil tapi semangat juangnya kuat,” pungkasnya.(AND)


Fishing