Kuningan Terkini - Beragam penampilan unik yang sarat kreatifitas seni di tonjolkan dalam Helaran Budaya Kuningan untuk memeriahkan Harjad Kuningan ke-516. Memasuki puncak acara Harjad Kota Kuda, Kamis (4/9/2014), Pemkab Kuningan semakin menggeliatkan semangat warga Kuningan khususnya generasi muda supaya lebih mencintai tradisi dan budaya daerah Kuningan.
Pantauan di lapangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang berasal dari berbagai elemen masyarakat tumplek di Helaran Budaya Kuningan 2014. Pakaian hias sarat makna dengan dibalut seni kreatifitas serta pakaian adat khas sunda, mobil hias serta atraksi kesenian di Helaran Budaya memeriahkan momentaum Harjad Kuningan tersebut.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Hamid Suganda dan Wakil Bupati Kuningan H. Acep Purnama SH MH, Kapolres Kuningan AKBP Harry Kurniawan SIk MH, Dandim 0615 Kuningan Letkol Czi Dindin Kamaludin, Sekda Kuningan H Yosep Setiawan, Ketua TP PKK, Ika Acep Purnama dan Ketua BKAD H. Aang Hamid Suganda serta tamu undangan lainnya.
”Puncak acara peringatan Harjad Kuningan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Namanya diganti menjadi Helaran Budaya bukan pawai allegories seperti sebelumnya. Dengan nama Helaran Budaya, kita ingin melestarikan budaya daerah termasuk budaya nasional,” kata Ketua PHBN H Suraja kepada KaTer, Kamis (4/9/2014).
Dengan adanya Helaran Budaya lanjut Suraja, masyarakat akan mengetahui tentang kekayaan budaya nusantara khususnya Kuningan. “Mudah-mudahan, konsep seperti ini bisa diteruskan oleh panitia PHBN yang akan datang dan kedepan lebih bagus serta meriah. Kemudian lebih mampu menggali potensi budaya,” ucapnya.
Untuk peserta sendiri kata Suraja, selain dari Kuningan juga melibatkan dari delapan Kabupaten Kota yang tergabung dalam Kunci Bersama yaitu Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Majalengka, Brebes, Cilacap dan Ciamis.
Masih di tempat yang sama Bupati Kuningan, Hj Utje Ch Hamid Suganda menuturkan, pawai kali ini berjalan dengan meriah, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, untuk tahun sebelumnya berbeda dengan tahun ini dengan nama Helaran Budaya.
“Semoga dengan hiburan rakyat semacam ini, masyarakat Kuningan dapat terhibur. Selain itu bisa lebih mencintai dan mendukung pembangunan Kuningan,” pungkasnya.(AND)