Kuningan Terkini - Sejumlah obyek wisata di kawasan Kabupaten Kuningan mengalami peningkatan peningkatan jumlah pengunjung saat liburan tahun baru. Akibat membludaknya pengunjung ke sejumlah obyek wisata, sejumlah jalur sentral menuju kawasan wisata dipadati pengguna jalan baik motor maupun mobil seperti di jalur menuju kawasan OW Linggarjati, Sidomba, Cibulan, Waduk Darma dan lainnya.
Sama halnya yang terjadi di obyek wisata Cibulan Desa Jalaksana Kuningan. Tampak kepadatan pengunjung mulai dari anak-anak hingga dewasa memenuhi setiap wahana permainan air dan fasilitas lainnya. Diantaranya, terapi ikan, tujuh sumur keramat atau sekedar ingin melihat keberadaan ikan dewa yang besar.
Salah seorang pengunjung asal Brebes, Andriana Rahmat mengaku memilih tempat wisata Cibulan karena tempat wisata tersebut terkenal dengan wisata alam yang sejuk dan bersih. Andri yang datang bersama keluarganya masih bisa berenang bersama ikan dewa yang berukuran besar dan merasakan sejuknya air pegunungan yang keluar dari sumber mata air langsung tanpa ada proses kimia.
"Air di sini tidak pakai kaporit supaya jernih seperti di kolam renang yang lain. Saya jadi tak perlu khawatir anak-anak akan mengalami gatal-gatal jika berenang di sini," kata Andri kepada KaTer saat tengah asik berlibur, Minggu (4/01/2014).
Sementara, Direktur Objek Wisata Cibulan H M Didi Sutardi mengaku, pengunjung Cibulan pada hari libur tahun baru yang bertepatan dengan libur sekolah ini, pengunjung mencapai ribuan orang lebih.
"Alhamdulillah seluruh kendaraan pengunjung mulai dari motor, mobil pribadi, truk hingga bus bisa tertampung. Namun, untuk pengunjung di dalam areal kolam renang, karena keterbatasan lokasi wisata yang sejak awal belum ada penambahan jadi terpaksa harus berdesak-desakan," katanya.
Untuk mengurangi kepadatan tersebut, pihak pengelola objek wisata Cibulan telah menambah areal yang bisa dimanfaatkan para pengunjung untuk sekedar duduk-duduk sambil menikmati udara segar pegunungan di sekitar kolam renang. Selain itu, telah dibangun warung-warung lesehan di sebelah barat sehingga para pengunjung kini bisa duduk santai tanpa harus berdesak-desakan dengan para pejalan kaki yang lalu lalang.
"Untuk menangani membludaknya pengunjung, kami telah menyiapkan lahan hutan di belakang untuk dijadikan tempat rekreasi baru tanpa harus menebang pepohonan yang sudah berumur ratusan tahun tersebut," pungkasnya.(AND)