Kuningan Terkini - Kawasan wisata gunung batu atau yang lebih dikenal Hutan Kota Mayasih di Desa Cigugur Kuningan hingga saat ini masih terus berbenah. Hal ini menyusul, semakin meningkatnya jumlah pengunjung, khususnya pada momen liburan yang banyak dimanfaatkan wisatawan khususnya warga Kuningan untuk sekedar berkumpul dan menikmati keindahan alam gunung batu tersebut.
Seperti diketahui, kawasan gunung batu merupakan lokasi bekas galian penambangan batu yang kini telah berubah wujud menjadi kawasan hutan kota dengan pemandangan menarik. Kawasan Hutan Kota Mayasih itu mempunyai luas areal sekitar 3 hektare, dengan fasilitas wc umum dan sembilan buah gazebo khusus disediakan bagi para pengunjung.
Sejumlah titik yang menjadi daya tarik bagi pengunjung, yakni terdapat bongkahan batu besar berdiri kokoh dengan aneka bentuk yang unik, serta dihiasi dengan adanya tebing-tebing batu. Selain itu, kapasitas areal parkir yang disediakan pengelola saat ini juga terus dimaksimalkan agar mampu menampung kendaraan pengunjung yang kian meningkat.
Salah seorang petugas lapangan kawasan wisata, Asep Zulkarnaen saat ditemui KaTer di lokasi Hutan Kota Mayasih, Senin (20/7/2015), menyebutkan bahwa, saat ini pihaknya tengah berusaha keras untuk menambah kapasitas areal parkir untuk para pengunjung. Sebab, areal parkir yang disediakan di depan pintu masuk sudah kurang mencukupi jika melihat jumlah wisatawan yang terus meningkat.
“Disini kita ada fasilitas, tapi ya tetep perlu ditingkatkan untuk dibenahi lebih baik lagi. Tahun kemarin kita rada susah memberikan parkir, tapi sekarang kita kelola lagi membuka parkir di bagian belakang, ya tinggal ditingkatkan lagi lah dibenahi supaya lebih layak lagi jadi areal parkirnya. Ini berkat dari donasi masyarakat dan hasil pengelolaan parkir,” beber Asep.
Menurutnya, saat ini wisatawan yang datang bukan hanya berasal dari warga Kuningan saja, namun sudah banyak diminati dari wisatawan luar Kuningan seperti Indramayu, Brebes, Cirebon bahkan Majalengka. Tak terkecuali warga Jakarta dan Bandung yang menyempatkan datang ke Gunung Batu saat momen libur lebaran, sehingga pengunjung meningkat hingga 200 persen
. “Untuk fasilitas air sendiri saat ini sudah normal. Kita juga membuat kolam kecil untuk menampung air sisa bekas air wudhlu mushola, untuk dimanfaatkan memelihara ikan dan menyirami tanaman,” katanya.(AND)