Wisata

Warga Blokir Akses Bukit Panembongan

Kuningan Terkini– Kesal dengan sewenang-wenang Perhutani, akses jalan utama menuju Objek Wisata Bukit Panembongan, Desa tembong, sempat diblokir warga melalui cara pemagaran. Aksi blokir jalan terjadi akibat kecewa dengan sikap Perhutani yang dirasa mereka tidak peduli warga sekitar.

“Sempat kami tutup pada 30 Juli lalu,” aku Edi (52), warga Desa Tembong, kepada Kuningan Terkini, Rabu (24/8/2016)

Penutupan jalan, diakui Edi, karena tanah jalan menuju akses Bukit Panembongan merupakan tanah miliknya. Ia tidak terima dengan kebijakan Perhutani. Dimana pemerintah desa hanya menerima Rp500 perak per karcis. Adapun pihak kesatu dan kedua yang diberi jatah lebih tidak ada konstribusi nyata terhadap wisata Bukit Panembongan, terutama pada akses jalan.

“Sudah saya sebagai pemilik tanah tidak diberi seperak pun, pemerintah desa hanya diberi Rp500 perak per karcis. Saya tidak rela lah,” cetusnya

Dulu sebelum di kelola Perhutani, Edi mengiklaskan tanahnya dipakai jalan karena diperuntukan bagi desa. Tapi setelah terjalin kerjasama dan minimnya pemasukan untuk desa, Ia keberatan.

“Apalagi kenyataan berbicara, yang memenuhi fasilitas wisata tetap saja warga. Mereka pakai uang hasil parkir, bukan dari hasil karcis wisata,” beber Edi

Ketua LMDH sebagai pihak terlibat dalam kerjasama hanya memberikan janji kepadanya untuk memberi Rp50 ribu. Itupun dibayarkan setiap tahun. “Uang Rp50 ribu pun sampai sekarang belum dikasih,” aku dia

Dari persoalan tersebut, Edi menilai aparat desa tidak mampu mengatasi permasalahan di lapangan. Minimal ia berharap ada mediasi, dan Perhutani sebagai pihak pertama turun langsung mengatasi persoalan warga. (Gilang)


Fishing