Pemerintahan

Ketua BEM UNIKU Kritisi Penanganan COVID-19 di Kuningan

Ketua BEM UNIKU, Ujang Taopiqurrohman

Kuningan Terkini - Terlalu disayangkan pembelian bangunan tua eks RS Citra Ibu yang hanya memiliki 28 ruangan dengan daya tampung 56 pasien seharga 7.5 milar ditambah rehab dan alkes sehingga total menjadi 9 miliar. Demikian disampaikan Ketua BEM Uniku, Ujang Taopiqurrohman kepada Kuningan Terkini, Minggu (19/04/2020).

“Kalau sekedar mengejar bangunan atau ruang isolasi kenapa harus membeli bangunan itu? proporsi nyaris 50% dari total anggaran COVID19. Ini Pemborosan,” kata Ujang.

Seharusnya kata Ujang, pemerintah Kabupaten Kuningan bisa memanfaatkan bangunan yang ada seperti GOR Ewangga, Gedung KNPI atau jika hanya untuk sementara bisa melakukan skema sewa. “Hal terswebut, lebih hemat dan anggaran 9 miliar bisa dialokasikan untuk masyarakat yang terdampak,” tegas Ujang.

Pembelian RS Rujukan Corona tersebut sambungnua, terkesan dipaksakan. Kenyataan ‘lucu’ terjadi ketika ada pasien yang dirujuk RS yang baru diremsikan pada tanggal 7 April 2020, malah ditolak dengan alasan tidak siap. Aneh ya? udah dibuka tapi tidak siap, seharusnya ada keterangan dari pemerintah kenapa tidak siap.

“Ini harus jadi catatan, jangan-jangan mereka sedang bercanda atau hanya gladi resik pembukaan. Kalau belum siap jangan dibuka dulu atuh boss,” sindirnya.

Hal lainnya yang dikritisi ketua BEM Uniku tersebut, terkait tidak adanya fasilitas isolasi untuk pemudik yang mencapai 50 ribu. Coba tiru Banyuwangi, mereka menyiapkan rumah singgah untuk para pemudik sebelum pulang ke rumah masing-masing. Itu dilakukan guna pelaksanaan social distancing dengan isolasi diri benar-benar terlaksana bukan sebatas himbauan belaka.

“Fasilita rumah singgah ini nyaris tidak menghabiskan budget banyak, tapi kenapa malah memilih membeli bangunan tua yang benar-benar boros,” terangnya.

Selain itu terang Ujang, keseriusan pemerintah terhadap warga yang terdampak terkesan hanya sebatas anjuran untuk tinggal dirumah saja. Padahal, dengan adanya pandemi ini, banyak warga yang terdampak secara kesehatan dan ekonomi.

“Seharusnya pemerintah daerah menyiapkan juga donk stok pangan antisipasi yang besar, bukan malah kecil seperti sekarang. Saya lihat hanya sekitar 2.8 % dari total anggaran, alias 500 juta,” pungkasnya.(jly).


Fishing