Pemerintahan

Mang Ewo: Promosi Jabatan Bukan Hadiah dari Pimpinan?

Sujarwo

Kuningan Terkini - Rotasi, mutasi mapun promosi jabatan birokrat hendaknya tidak dipandang sebagai sesuatu yang sakral seperti fenomena selama ini. Demikian disampaikan pemerhati kebijakan Kuningan, Sujarwo kepada Kuningan Terkini, Kamis (20/08/2020).

Menurutnya, guna meningkatan hasil kerja yang optimal, serta didasarkan pada penilaian yang objektif pada prestasi kerja birokrat, diharapkan rotasi, mutasi maupun promosi jabatan tidak memunculkan pro kontra. Baik dilingkup birokratnya maupun masyarakat yang akan menjadi penikmat dari pelayanan dan pengabdian yang dilakukan jajaran birokrat.

“Ketika seorang birokrat yang tersentuh kebijakan rotasi, mutasi maupun mutasi, bukan sebagai hadiah dari pimpinan. Karena, hakekatnya jabatan merupakan amanah yang tidak ringan untuk menjalankannya. Terpenting, ketika seorang birokrat tidak terakomodir mendapat amanah pada suatu posisi (jabatan) hendaknya tidak muncul menjadi amarah,” paparnya.

Mutasi yang digelar oleh Pemkab Kuningan sambungnya, adalah suatu keharusan. Karena, saat ini terdapat beberapa posisi di semua tingkatan eselon yang kosong pasca ditinggal pensiun pejabat lama. “Jika kondisi kekosongan dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan akan mengganggu ethos kerja dan tidak tercapainya target,” pungkasnya.(j’ly)


Fishing