Kuningan Terkini- Tudingan PAM Tirta Kamuning, Kuningan jadi penyebab berkurangnya debit air bersih dari Telaga Nilem, desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan ke desa Cikalahang, Kabupaten Cirebon, sangat tidak berdasar. Demikian disampaikan staf Humas & Komunikasi Publik PAM Tirta Kamuning, Gerry Aditya Pratama kepada Kuningan Terkini, Rabu (21/01/2026).
“Berdasarkan hasil pengukuran dilapangan, debit air yang dialokasikan untuk PAM Tirta Kamuning, Kabupaten Kuningan, lebih kecil dibandingkan pihak ketiga maupun PDAM Cirebon,” kata Gerry menjelaskan.
Lebih lanjut Gerry mengungkapkan terkait pengguna air dari Telaga Nilem berdasarkan data dan hasil pengukuran. Diantaranya, PT Agung Pilar Kencana, 96 liter/detik (tidak berijin). PAM Tirta Kamuning, 9,6 liter liter/detik (berijin). Sementara, Penggunaan Limpahan Telaga Nilem oleh PDAM Cirebon, 72,38 liter/detik dan oleh masyarakat Cikalahang, 80,62 liter/detik.
“Kesimpulannya, yang menggunakan air paling banyak dari Talaga Nilem adalah PT Agung Pilar Kencana (APL) dan Masyarakat Desa Cikalahang sendiri. Bahkan, konon kabarnya, ada aparat Desa Cikalahang yang masuk strukrur pengurus PT APL,” bebernya.
Lebih jauh Gerry membeberkan terkait dokumem Kesepakatan Pemdes Cikalahang dengan PAM Tirta Kamuning di atas materai tanggal 21 September 2022. Dimana, PAM Tirta Kamuning telah berkontribusi membuat TUK/Bak induk 2 unit, Rehab TUK Induk 2 unit untuk 3 Blok I, III, V.
“Pembuatan jaringan pipa ke 3 blok tersebut, belum dilaksanakan, karena ketika mau dilaksanakan tanggal 15 Desember 2025, Kades Cikalahang minta ditunda saat pertemuan tanggal 26 November 2025. Alasan mereka menolak, ingim merubah kesepakatan yang sudah dibuat diatas materai tanggal 21 September 2022,” paparnya.
Diakhir perbincangan, Gerry mengungkapkan angka terakhir total pemakaian debit air dari Kawasan TNGC oleh 58 pemanfaat illegal dan legal, sebesar 7.500,13 liter/detik. Total Debit Air yang diperkenankan berdasarkan IUPA yang dimiliki PAM Tirta Kamuning di 11 titik sumber mata air Kawasan TNGC, hanya 232,8 liter/detik atau 3,10% dari 7.500,13 liter/detik.
“Jadi, kalaupun IUPA dipakai semua di 11 titik, PAM Tirta Kamuning hanya memakai air 3,10% dari Total Debit yang dipakai di Kawasan TNGC,” ucapnya.
Saat ini tegas Gerry, dari 11 titik mata air yang dimiliki PAM Tirta Kamuning, baru 4 titik saja yang dimanfaatkan dengan jumlah debit total 99,2 liter/detik atau 1,32% dari 7.500,13 liter/detik. sementara 7 titik mata air lainnya belum digunakan.
“PAM Tirta Kamuning Kuningan telah memiliki izin yang lengkap, sementara pihak lain masih dalam proses perizinan,” pungkasnya.(j’ly)