Pemerintahan
Duet Bupati Dan Wakil Bupati Kuningan Retak?
- Details
- Published on Monday, 24 August 2026 09:22
- Written by Admin
- Hits: 1021
Kuningan Terkini- Menyeruaknya isue disharmonisasi (keretakan) duet kepemimpinan Dian-Tuti yang baru berumur 1,5 tahun, hendaknya tidak dipandang sebagai persoalan yang cukup dibantah oleh mereka yang berada di lingkar kekuasaan. Demikian disampaikan ketua F-Tekaad, Sujarwo kepada Kuningan Terkini, Senin (24/06/2026).
“Kemunculan isue perpecahan tentunya tidak berlebihan jika dikaitkan pada sebuah perumpamaan tidak ada asap, jika tak ada api. Sangatlah bijak jika disikapi dengan langkah lebih terbuka dari keduanya,” katanya.
Dikatakan, Jika memang terbukti dah muncul bintik disharmonisasi, segera diuapayakan perbaikan komunikasi agar bintik tadi tak berlembang menjadi bara perpecahan. Bagi masyarakat, apapun dinamika yang terjadi dalam duet kepemimpinan Dian-Tuti yang baru seumur jagung, dikhawatirkan akan sangat mengganggu program kerja yang sudah dituangkan dalam visi misi keduanya hingga akhir masa jabatan.
“Jika isue disharmonisasi dibiarkan tumbuh menjadi isue liar, tentunya yang sangat dirugikan adalah masyarakat Kabupaten Kuningan,” tegasnya.
Masyarakat kata Mang Ewo sapaan akrabnya, juga harus mendapat realasasi positif dari duet Dian-Tuti dengan munculnya isue disharminisasi. Artinya, isue tersebut diharapkan tidak mempengaruhi ethos kerja serta tetap meperlihatkan kekompakan dari keduanya guna mewujudkan apa yang telah merka janjikan saat kampanye menjelang Pilbup 27 November'24.
“Dengan menunjukan keharmonisan dan kekompakan kerja, tentunya tikgkat kepercayaan kepada duet yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 2029 akan tetap terjaga,” pungkasnya.(jly)




