• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Thu27082026

Last updateWIB3_MonAMWIBE_August+0700RAugAMWIB_0AMthWIB1787538147+07:00MonAMWIBE

Aneka

Soal TNGC, Gempur Bakal Gelar Aksi

Rudi Odang

Kuningan Terkini - Di saat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan melalui Komisi I tengah berupaya untuk memperjuangkan perubahan status Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menjadi Taman Hutan Raya (Tahura), kelompok masyarakat dari jaringan rakyat yang tergabung dalam Gerakan Massa Pejuang Untuk Rakyat (Gempur), Selasa (26/5/2015) besok bakal menggelar aksinya di Gedung DPRD Kabupaten Kuningan.

Menurut koordinator aksi, Soekadi , dalam rangka menyikapi permasalahan TNGC di Kabupaten Kuningan, jaringan rakyat yang tergabung dalam Gempur akan mengadakan aksi damai yang akan dilaksanakan di gedung DRPD Kuningan, pada selasa besok.

“Insya Allah, Selasa besok, kami akan melaksanakan aksi damai,” tegasnya.

Sebelumnya, Komisi I DPRD Kuningan melalui sekretarisnya, Rudi O’ang Ramdani kepada KaTer, Senin (25/5/2015), menyampaikan, saat ini Komisi I terus melakukan kajian keberadaan TNGC.

“Kami juga sudah turun ke masyarakat di wilayah lereng Ciremai, hasilnya sebagian besar dari masyarakat disana menginginkan agar bisa menggarap kembali lahan yang kini masuk TNGC. Lengkapnya, ada 17 Desa di 7 Kecamatan yang meminta kita terus memperjuangkan ini,” tegasnya.

Dikatakannya, pada saat rapat dengar pendapat (RDP) terkait penyampaian dan penegasan tentang perubahan status dari taman nasional ke Tahura dengan pihak TNGC, berjalan cukup alot. Dalam pertemuan tersebut, belum dihasilkan gambaran jelas, karena hanya berlangsung pembahasan secara normatif saja.

“Rapat dengan BTNGC itu baru bahasan normative, terkait MoU dan beberapa aturan terkait BTNGC. Meski solusi yang kami tawarkan dianggap belum pernah terjadi di Indonesia, kami sampaikan bahwa Kuningan lah pelopornya,” ungkapnya.

Menurutnya, bahwa keinginan untuk perubahan status TNGC tersebut disadari akan memakan waktu cukup panjang, dalam proses peralihan TNGC menjadi Tahura. Akan tetapi, Rudi menegaskan hal itu tidak menjadi penghalang untuk menyurutkan langkah Komisi I sebagai wujud dari perjuangan masyarakat yang merasa dirugikan oleh BTNGC.

“Walaupun prosesnya cukup panjang dan melelahkan, serta dianggap tidak mungkin bisa, saya tegaskan perjalanan yang panjang itu telah kami tempuh dan akan terus kami jalani. Ketidakmungkinan itu, akan kami upayakan dengan sekuat tenaga menjadi kenyataan yang membahagiakan masyarakat dan juga Pemkab Kuningan,” tegas Rudi.(AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing