• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Thu27082026

Last updateWIB3_MonAMWIBE_August+0700RAugAMWIB_0AMthWIB1787538147+07:00MonAMWIBE

Aneka

Kultum Bareng Kang Asep (2)

Ilustrasi

Tanah dan Kehidupan

Kuningan Terkini - "Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tumbuhan yang indah" (QS Al-Hajj : 5).

Semua paham bahwa tanpa udara dan air, tidak akan ada kehidupan. Demikian halnya tanah juga adalah sesungguhnya prasyarat kehidupan. Ayat di atas merujuk pada reaksi yang terjadi berangkaian setelah turun hujan. Bergetar dan membengkaknya tanah awalnya dipercaya bermakna harfiah.

Namun penemuan Robert Brown tentang getaran tanah yang disebut sebagai "Gerakan Brownian" adalah bukti lain akan keajaiban Quran. Tiga tahapan yang disebutkan Quran adalah, tanah bergetar, tanah membengkak dan hasil dari tanah berpasang-pasangan.

Berkat hujan yang jatuh ke bumi dengan gerakan acak ke semua arah, partikel-partikel di dalam tanah mulai bergerak. Partikel ini terionisasi positif jika ada penurunan dalam muatan listrik dan terionisasi negatif jika ada peningkatan dalam muatan listrik. Dengan adanya air, molekul-molekul terionisasi ini mulai bergetar yang getaran ini ditemukan oleh Robert Brown pada tahun 1828.

Karena menyerap air, ukuran partikel tanah bertambah. Partikel tanah terdiri dari lapisan-lapisan yang bergabung. Ketika air dan zat gizi terlarut di dalamnya, mereka berdifusi di antara lapisan, membuat partikel tanah membengkak ukurannya. Tanah yang memiliki sifat menyimpan air, mencegah air menembus lebih dalam, dengan demikian menyediakan kehidupan bagi organisme dan tanaman.

Tahap terakhir adalah berkecambahnya biji. Proses pembuahan telah dimulai, tanah yang tampak mati menjadi hidup dengan air dan pada gilirannya memberikan kehidupan bagi tanaman yang mulai tumbuh.

Penciptaan tumbuhan ini menjadi analogi penciptaan dan penghidupan kembali tumbuhan dengan kebangkitan dari kematian. Masa ketika tumbuhan mulai bertunas disetarakan masa muda, dan masa ketika tanaman itu matang disandingkan dengan kedewasaan.

Seperti halnya manusia semakin tua semakin lemah semakin keriput, demikian juga tumbuhan mulai mengering dan kehilangan kilaunya. Ketika tanaman mati, ia bercampur dengan tanah, persis seperti jenazah manusia. Sebagaimana tanaman tumbuh kembali, begitu pula manusia juga akan dibangkitkan kembali dari kematian.

Inilah salah satu bukti kebesaran Allah SWT.

"Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang tandus. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan". (QS Yasin : 33)

Allahu a'lam bish-shawwab

Penulis : Asep Sufyan Ramadhy SKed (Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing