Ekonomi
Harga BBM Turun, Sembako Masih Mahal
- Details
- Published on Tuesday, 20 January 2015 13:42
- Written by Andry
- Hits: 42702
Kuningan Terkini - Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diumumkan Presiden Joko Widodo pada Jumat siang, 16 Januari 2015 lalu, disambut dingin oleh para pedagang di Pasar Kepuh Kuningan.
“Sudah dua kali ini harga BBM diturunkan, tapi harga bahan pokok masih tetap mahal,” ujar konsumen pasar Kepuh, Ehat warga Cirendang kepada KaTer usai berbelanja, Selasa (20/1/2015).
Jokowi mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak bersubsidi di Istana Negara, Jumat 16 Januari 2015. Harga Premium saat ini diturunkan dari Rp 7.600 menjadi Rp 6.600 per liter. Sedangkan solar dari Rp 7.250 menjadi Rp 6.400 per liter.
Menurut Jokowi, kebijakan ini berlaku mulai Senin 19 Januari 2015 pukul 00.00 WIB. Dari pantauan di lapangan, di beberapa pasar tradisional harga kebutuhan tidak mengalami penurunan.
“Dulu juga ketika harga turun dari Rp 8.500 ke Rp 7.600 tidak ada reaksi. Saya kira sekarang juga tidak akan ada dampak signifikan. Yang namanya harga kebutuhan itu sulit turun ketika sudah naik,” ucap H Uun penjual klontongan di Pasar Baru Kuningan.
Dikatakan, saat ini justru untuk sembako ada informasi bakal terjadi kenaikan seperti mie instan yang satu dus bakal naik Rp 5.000. Untuk harga lain seperti Minyak Goreng Rp 11 ribu, Gula Pasir Rp 10 ribu, Terigu Rp 8.000. Barang-barang tersebut diprediksi masih memiliki peluang mengalami kenaikan harga.
“Ketika BBM turun naik harga kenaikan pertama yang menjadi patokan. Ini dibuktikan ketika harga premium RP 6.500 harga stabil, tapi ketika BBM dinaikan harga langsung naik. Sebab, setelah naik tidak otomatis harga turun, hal itu perlu penyesuian,” ujarnya.
Terpisah Kabid Pengelolaan Pasar Disperindag Kuningan Ocin SE membenarkan, harga tidak mengalami penurunan meski harga sembako turun. Dari hasil laporan rutin setiap Senin dan Kamis harga tidak terjadi kenaikan bahkan penurunan harga secara signifikan.(AND)




