Pendidikan
USAID Prioritas Pacu Budaya Baca Siswa
- Details
- Published on Friday, 05 December 2014 17:07
- Written by Andry
- Hits: 34602
Kuningan Terkini - USAID Prioritas nampaknya tengah serius memberikan program-program dalam upaya mendorong peningkatan kecerdasan pada siswa sekolah. Tak terkecuali, kerjasama yang dilakukan MI Cokroaminoto yang terletak di Jalan Ir Juanda dengan USAID Prioritas dalam menerapkan budaya membaca pada anak-anak yang terbilang masih usia dini.
Kepala Sekolah MI Cokroaminoto, Tati Pujiati kepada KaTer di sela-sela kesibukan mengajar, Jumat (5/12/2014), menuturkan, bahwa program budaya membaca ini melibatkan semua pihak di sekolah baik tenaga pengajar, peserta didik, maupun para karyawan. “Semua terlibat aktif dalam menerapkan budaya membaca,” katanya.
Pihaknya saat ini tengah membiasakan diri kepada para peserta didik untuk membiasakan diri menerapkan pola budaya membaca di sekolah. Karena, adanya perubahan yang didasari dengan rajin membaca ini penting, agar sekolah merasakan perbedaan pola-pola cara untuk meningkatkan kecerdasan siswa.
“Kita sangat apresiasi pada perubahan ini, khususnya budaya membaca di seklah kami sebagai wujud mengimplementasikan Kurikulum 2013, dalam rangka memperkuat pendidikan dasar,” ujarnya.
Oleh sebab itu lanjut Tati, kehadiran program USAID PRIORITAS sangat tepat waktu dan tepat sasaran dan bisa membantu memperkuat pendidikan dasar, khususnya dalam hal budaya baca di sekolah.
“Budaya membaca disini diterapkan sebagai bentuk implementasi program USAID PRIORITAS. Kami sangat senang didorong untuk maju. Setelah kami study banding, kami menerapkan budaya baca di sekolah kami yang diselenggarakan setiap hari sabtu,” ucapnya.
Sementara Koordinator USAID Prioritas Kuningan, Ahmad Syaiful Bahri mengatakan, sekolah MI Cokroaminoto yang terletak di Jalan Ir Djuanda Kuningan tersebut menjadi mitra Program USAID PRIORITAS. Salah satunya memang menerapkan program budaya membaca, karena dengan membaca, selain memberikan pengetahuan bagi siswa, juga bermanfaat bagi siswa untuk mengasah keterampilan menulis.
”Kegiatan membaca ini mendorong siswa untuk aktif menulis. Membaca dan menulis itu satu kesatuan, semakin banyak kita membaca, semakin banyak tabungan yang bisa kita tulis. Kami memberikan apresiasi kepada sekolah itu karena sukses menerapkan budaya membaca di sekolah secara serentak dan sudah ada pojok baca di setiap kelas,” pungkasnya.(AND)




