• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Mon07092026

Last updateWIB3_SunAMWIBE_September+0700RSepAMWIB_0AMthWIB1788664297+07:00SunAMWIBE

Pendidikan

Mahasiswa Harus Tanamkan Budaya Penelitian

Kepala Prodi PBSI Asep Jejen Jaelani

Kuningan Terkini - Sejumlah mahasiswa jurusan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) FKIP Universitas Kuningan kembali mengiatkan acara seminar Sosiolinguistik.

Seminar Sosiolinguistik merupakan kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa PBSI tingkat II yang mengontrak mata kuliah Sosiolinguistik guna menanamkan budaya penelitian dalam konsep study kasus.

Kepala Prodi PBSI Asep Jejen Jaelani, Selasa (2/2/2015), menginginkan agar mahasiswanya mempunyai pengetahuan yang diperoleh bukan sebatas pengetahuan teoretis di dalam kelas. Tetapi, lebih menekankan pada aspek inkuiri agar mahasiswa dapat menemukan pengetahuan yang lebih dengan cara observasi lapangan atau meneliti.

“Saya berharap mahasiswa bisa menemukan serta meneliti masalah-masalah yang terjadi di masyarakat, terutama dalam hal penggunaan bahasa yang ada di masyarakat, dan hasil penelitian tersebut nantinya akan diseminarkan,” jelasnya.

Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa tingkat II tersebut kata Asep, yaitu tentang mempertahankan bahasa Sunda di Kabupaten Kuningan. Penelitian ini disebut penelitian payung, sebab mahasiswa yang melakukan penelitian tidak dibiarkan begitu saja, tetapi dibimbing, diarahkan, atau dipayungi oleh dosen pengampu sesuai prosedur.

Sementara itu, mahasiswa PBSI tingkat II Shodik mengatakan, bahwa penelitian ini cukup menarik. Sebab penelitian yang dilakukannya mengenai pemertahanan bahasa Sunda.

“Seperti yang kita ketahui, bahwa saat ini bayak masyarakat Kuningan yang enggan menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari masyarakat seolah enggan mempertahankan bahasa Sunda. Mereka lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia dibanding bahasa Sunda,” ujarnya.

Dikatakan pula, sejumlah tempat yang dikunjungi mahasiswa untuk melakukan penelitian meliputi daerah Kuningan tengah, Kuningan barat, Kuningan selatan, Kuningan utara, dan Kuningan timur.

“Daerah-daerah tersebut merupakan daerah yang lingkupnya masih di Kabupaten Kuningan, tujuannya agar tidak terlalu membebani mahasiswa dalam melakukan proses penelitian,” pungkasnya. (AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing