Pendidikan
HAI Tingkat Nasional 2017, Tuntaskan Buta Aksara
- Details
- Published on Saturday, 09 September 2017 04:55
- Written by Admin
- Hits: 25325
Kuningan Terkini - Untuk mewujudkan komitmen pemerintah dan mengajak seluruh masyarakat peduli terhadap penuntasan buta aksara, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI memperingati Hari Aksara Internasional (HAI) Tingkat Nasional tahun 2017 di lapangan Pandapa Paramarta, Kabupaten Kuningan, mulai dari tanggal 06 hingga 09 September 2017.
Menurut Mendikbud, Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P yang hadir pada puncak acara peringatan HAI Tingkat Nasional 2017 di Kabupaten Kuningan, Jum’at (08/09/2017), Hari Aksara Internasional telah ditetapkan untuk diperingati pada tanggal 8 September melalui Konferensi Umum UNESCO pada tanggal 26 Oktober 1966.
“Sejak penyelenggaraan HAI pertama pada tahun 1966, acara terus dilakukan oleh dunia setiap tahun sebagai wujud memajukan agenda keaksaraan di tingkat global, regional, dan nasional,” kata Kemedikbud, Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P menjelaskan.
Dikatakan, berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud, tahun 2016 penduduk Indonesia yang telah berhasil diberaksarakan mencapai 97,93 persen, atau tinggal sekitar 2,07 persen (3,4 juta orang).
”Indonesia telah membuktikan keberhasilan dengan mencapai prestasi melebihi target Pendidikan untuk Semua (PUS) Dakar, 23 provinsi sudah berada di bawah angka nasional masyarakat buta aksaranya,” katanya.
Lebih jauh Kemendikbud RI mengatakan, Angka Buta Aksara usia 15-59 tahun di masing-masing provinsi diwilayah Indonesia, masih terdapat 11 provinsi yang memiliki angka buta huruf diatas angka nasional. Diantaranya, Papua 28,75 persen, NTB 7,91 persen, NTT 5,15 persen, Sulawesi Barat 4,58 persen, Kalimantan Barat 4,50 peren, Sulawesi Selatan 4,49 persen, Bali 3,57 persen, Jawa Timur 3,47 persen, Kalimantan Utara 2,90 persen, Sulawesi Tenggara 2,74 persen, dan Jawa Tengah 2,20 persen.
“Sedangkan 23 provinsi lainnya, sudah berada di bawah angka nasional,” ucapnya.
Jika dilihat dari perbedaan gender sambung Kemendikbud, perempuan memiliki angka buta aksara lebih besar jika dibandingkan dengan laki-laki. Yaitu, laki-laki 1.157.703 orang, dan perempuan 2.258.990 orang. ”Disini, peran pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk bersama-sama dalam penuntasan buta aksara,” jelasnya.
Sementara, Kadisdikbud Kuningan, DR Dian Rachmat Yanuar, M.Si saat dikonfirmasi Kuningan Terkini menjelaskan, peringatan HAI 2017 Tingkat Nasional bertajuk Membangun Budaya Literasi di Era Digital, dipusatkan di Kabupaten Kuningan mulai dari tanggal 06 hingga 09 September 2017.
Pada peringatan HAI 2017 Tingkat Nasional ini, kata Dian, ada beberaparangkaian kegiatan yang dilaksanan. Diantaranya, Pameran Gebyar PAUD dan Dikmas yang diikuti 17 stand, Lomba Keberaksaraan Warga Belajar, Temu Evaluasi Program Diktara, Sarasehan GP3M di panggung pameran, Bimbingan Teknis SKB Tentative, Gerakan Sedekah Buku dan terakhir Festival Pegiat Litera.
“Peringatan HAI ini bertujuan untuk melihat jenis keterampilan keaksaraan yang dibutuhkan orang untuk menavigasi masyarakat yang dimediasi secara digital, dan mengeksplorasi kebijakan keaksaraan yang efektif,” pungkasnya.(j’ly)




