Pendidikan
Fahutan Uniku Gelar Seminar Nasional
- Details
- Published on Sunday, 05 November 2017 21:55
- Written by Nona Riizky
- Hits: 32188
Kuningan Terkini - Kelompok Studi Konservasi (KSK) Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Kuningan (Uniku) menggelar seminar nasional dengan menghadirkan lima (5) narasumber yang kompeten di bidangnya. Kegiatan seminar nasional yang diikuti oleh kurang lebih 500 peserta mulai dari pelajar, mahasiswa dan umum digrlar di Gedung Student Center Iman Hidaya Kampus I, Sabtu (04/11/2017).
“Seminar nasional ini merupakan rangkaian dari kegiatan monitoring migrasi raptor cross of ciremai yang diselenggarakan oleh KSK Fahutan Uniku. Ada lima (5) narasumber dalam seminar nasional kali ini diantaranya Kepala Bidang BKSDA Jawa Barat (Jabar) Wilayah III Ciamis, Perwakilan dari Raptor Indonesia (RAIN), Perwakilan dari International Animal Rescue (IAR), Perwakilan dari Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dan dari Dekan Fahutan Uniku Dr. Toto Supartono, M.Si.,” kata Feizal Tawaqal, mahasiswa Fahutan Uniku selaku Ketua Pelaksana seminar nasional dalam laporannya.
Dikatakan, konservasi dan pelestarian sumber daya alam saat ini merupakan kegiatan yang sangat penting. Hal ini terjadi akibat dari pemanasan global, perubahan iklim dan berbagai permasalahan lingkungan yang semakin kritis. Fenomena ini terjadi diakibatkan dari permasalahan di bidang kehutanan atau sumber daya alam diantaranya banyak terjadi konversi hutan, perdagangan satwa liar dan kejahatan-kejahatan lainnya sehingga diperlukan upaya-upaya untuk konservasi sumber daya alam.
“Oleh karena itu, diadakannya seminar nasional ini dengan tujuan untuk memberikan informasi terkini mengenai tantangan danupaya konservasi sumber daya alam serta peran kita sebagai mahasiswa untuk melestarikan alam,” jelasnya. Sementara itu,
Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., sumber daya alam Indonesia itu sangat melimpah, tetapi krisis masih terjadi akibat adanya konversi lahan hutan maupun pertanian. Dari sisi energi, energi semakin menipis. Untuk mempertahankannya dibutuhkan upaya konservasi sumber daya alam..
“Semoga, para peserta bisa menambah wawasan dan pengetahuan serta bisa melestarikannya. Terlebih, Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi, tetapi bagaimana implementasinya?,” pungkasnya. .(NonaRizky)




