Hukum
Heboh!!! Ada Granat di Desa Linggasana
- Details
- Published on Monday, 23 February 2015 16:07
- Hits: 36891
Kuningan Terkini - Penemuan benda yang diduga granat jenis ‘nanas’ oleh Warga Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, Sukardi, akhirnya diamankan petugas keamanan setempat. Kejadian penemuan granat bermula saat pemilik lahan tengah menggali tanah untuk membangun pondasi rumahnya sendiri.
Dari data yang diperoleh, granat yang masih aktif tersebut ditemukan Sukardi saat tengah menggali tanah untuk membuat pondasi rumah. Dari kedalaman kurang lebih setengah meter, benda berhaya yang mempunyai daya ledak cukup tinggi tersebut ditemukan dalam kondisi sudah berkarat, dengan kancing pemicu yang telah hilang.
Usai penemuan granat, Sukardi langsung melaporkan kepada pihak berwenang hingga petugas dari Polsek Cilimus dan Koramil setempat pun tiba di lokasi penemuan granat. Kemudian, disusul anggota dari Unit Identifikasi Polres Kuningan untuk mengamankan granat yang diduga peninggalan pejuang pada zaman penjajahan dulu.
Sebelumnya memang, warga juga menceritakan bahwa didesanya kerap ditemukan benda-benda sisa perang seperti peluru, granat hingga mortir. Konon beredar kabar bahwa dahulu desa tersebut merupakan gudang persenjataan waktu zaman Belanda.
Sukardi mengaku, awalnya dirinya tidak mengira benda yang ditemukan adalah jenis granat. Saat itu, dirinya tengah mencangkul, namun tiba-tiba cangkulnya membentur sebuah benda keras sejenis besi. Setelah diteliti, ternyata menyerupai granat yang sudah bercampur tanah dengan kondisi berkarat.
Sementara penuturan Kapolsek Cilimus, Kompol Elin Karlinah saat dikonfirmasi KaTer, Senin (23/2/2015), membenarkan kejadian penemuan granat jenis nanas oleh warga setempat. Kondisi granat yang diduga masih aktif dan bisa berpotensi meledak itu kemudia diamankan pihak kepolisian untuk dibawa ke Mapolres Kuningan.
“Beruntung benturan cangkul dengan granat saat penemuan tersebut tidak sampai memicu ledakan. Granat ditemukan dalam kondisi kancing pemicunya hilang karena karat,” terangnya.
Dikatakan, atas kejadian itu granat yang diduga usianya sama dengan usia kemerdekaan RI tersebut kemudian akan diserahkan ke Satuan Jihandak Brimob Datasemen C Polda Jabar. Untuk membawanya sendiri, pihaknya memasukan granat kedalam sebuah kotak berisi pasir padat dengan keadaan ditutup rapat agar tidak ada goncangan atau benturan keras pada granat tersebut. (AND)




