Pemerintahan
Percepat Penanganan Covid-19, Provinsi Jabar Bantu PCR Portable
- Details
- Published on Sunday, 30 August 2020 19:48
- Written by Admin
- Hits: 18486
Kuningan Terkini - Naik turunnya angka positif Covid-19 di Jawa Barat pada pekan ini, membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melakukan inovasi dan langkah strategis dalam penanggulangannya. Salah satunya, dengan memberikan bantuan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) portable kepada 27 Kabupaten/Kota termasuk Kabupaten Kuningan, yang berfungsi untuk tracing, testing dan treatment.
Hal itu, disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat menyerahkan bantuan alat PCR Portable secara simbolis kepada Pemerintah Kota Cirebon, melalui tayangan virtual/Video Conference, Minggu (30/8/2020).
Pembagian PCR portable tersebut, menjadi bagian upaya memenuhi target pengetesan 1/1000 orang atau 50.000/minggu hingga memenuhi pengetesan 1 persen dari populasi, sebagaimana standar WHO (World Health Organization) terbaru.
“Sekarang standar WHO nya sudah naik ,yaitu 1 persen dari jumlah populasi melalui PCR. Dulu kan kita teorinya 0,6 persen tes apa saja, gabungan Rapid Test dan PCR, itu sudah kita lalaui karena total sudah 500.000, tapi sekarang 500.000 nya se-Jawa Barat itu harus PCR,” kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menjelaskan.
Untuk itu kata Kang Emil, sapaan akrabnya, Ia meminta kepada Bupati dan Walikota yang wilayahnya memiliki industri untuk fokus melakukan pengetesan kepada sektor industri. Karena, industri saat ini menjadi harapan dalam pemulihan ekonomi nasional. Dengan diberikannya bantuan alat PCR portable ini, kini seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Barat dapat menaikan test Swab kepada masing-masing warganya.
“Dengan PCR portable, seluruh masyarakat termasuk yang berada di daerah pelosok dapat dijangkau untuk dilakukan test, karena bentuk alatnya yang dirancang mudah dibawa kemana-mana,” terangnya.
Dengan diberikannya bantuan alat PCR portable yang harga tiap unitnya hampir mencapai Rp 1 Milyar, lanjutnya, Ia berharap, seluruh Kabupaten/Kota dapat memaksimalkan penggunaannya. ”Saya tidak mendengar provinsi lain melakukan hal yang sama, tapi mudah-mudahan Jawa Barat selalu terdepan dalam inovasi,” pungkasnya.(j’ly)




