Pemerintahan
Ini Hasil Diskusi Pendampingan Desa Wisata Cipasung
- Details
- Published on Saturday, 05 September 2020 10:38
- Written by Admin
- Hits: 18337
Kuningan Terkini - Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH. melakukan diskusi Perencanaan Pendampingan Desa Wisata Tahun 2020/2021 dengan STP Trisakti Jakarta, di Gedung Bumdes Rangga Pasung Desa Cipasung, Kecamatan Darma, Jumat (04/09/2020). Sebelumnya, Bupati Kuningan mengunjungi Desa Karangsari, Kecamatan darma untuk melakukan sosialisasi mengenai Desa Wisata.
Bupati Kuningan, H Acep Purnama, SH, MH dalam sambutannya mengatakan, Desa Karangsari memiliki potensi Wisata alam dan agro pertanian. Pertanian dapat maju ketika pemerintah juga menyedikan berbagai fasilitas untuk mendukungnya. Dengan adanya hal tersebut, diharapkan Kuningan tahun 2025 harus menjadi kabupaten yang maju dalam agro wisata.
Selanjutnya, saat diskusi di Desa Cipasung, Bupati Kuningan membahas mengenai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dengan maksud ingin menjadikan Kuningan sebagai kabupaten wisata dan unggul di bidang pertanian, termasuk diantaranya kopi. Kopi dan wisata dapat digabungkan sehingga menjadi agro wisata kopi.
“Kopi melewati beberapa tahap pengolahan sehingga lebih dapat optimal di harga jual. Dengan menggunakan ilmu, dapat lebih memaksimalkan berbagai olahan yang dihasilkan,” katanya.
Desa Cipasung kata Acep, memiliki potensi dan keramahtamahan masyarakat. Dengan adanya rencana Cipasung sebagai desa wisata, masyarakat Desa Cipasung harus siap ketika desanya dikunjungi berbagai macam golongan masyarakat. Wisata bertujuan untuk meningkatkan keuntungan bagi berbagai pihak serta mengembangkan produk lokal. Sinergitas harus dilakukan antara berbagai pihak terutama pemerintah desa dan pemerintah daerah.
Dalam kegiatan tersebut, hadir juga IFG (Indonesia Financial Group) bersama Jasindo, Jasaraharja, Jamkrindo, dan Askrindo. Tujuan kedatangannya adalah untuk bekerjasama dengan STP Trisakti untuk melakukan penilaian pada para petani Desa Cipasung yang membutuhkan peralatan kopi.
Menurut perwakilan dari IFG, berdasarkan survey yang telah dilakukan, petani Desa Cipasung memang membutuhkan peralatan kopi. Untuk itu, pihaknya memberkenan memberikan bantuan kepada para petani di Desa Cipasung. Ia berharap, semoga dengan adanya bantuan yang diberikan oleh IFG, masyarakat Desa Cipasung khususnya para petani kopi dapat berkembang dalam memproduksi kopi.
“Diharapkan, hasil produksi kopi tidak hanya dijual dalam bentuk mentah melainkan bentuk kopi yang terkenal di indonesia dan dunia. Ia juga berharap agar masyarakat Desa Cipasung dapat bekerjasama dan memanfaatkan bantuan dengan sebaik mungkin,” pungkasnya.(j’ly)




