Politik
Kuningan Produksi Tinta Pemilu
- Details
- Published on Tuesday, 11 February 2014 00:09
- Written by Andry
- Hits: 43502
Kuningan (KaTer) - CV Tridaya Pratama, salah satu pabrik tinta sidik jari yang berlokasi di Sadamantra Jalaksana Kuningan memproduksi sebanyak 280.320 ribu botol tinta pemilu dari kebutuhan secara nasional yakni 1,2 juta botol. Pembuatan tinta pemilu di Kuningan merupakan 25 persen dari kebutuhan produksi nasional yang akan disebarkan ke wilayah Pulau Sumatra dan Provinsi Banten.
Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI), Husni Kamil Malik saat memantau pabrik tinta di Kuningan, Senin (10/2/2014), hingga saat ini, produksi tinta yang sudah selesai dan telah dikirim via JNE sebesar 115.896 botol meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Bengkulu. Perusahaan juga tengah mempersiapkan pengiriman 12.972 botol ke Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. Sedangkan tinta untuk Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, dan Banten sebanyak 60 ribu botol masih dalam proses produksi.
“Kita mendahulukan untuk titik rawan yang berada di wilayah terjauh supaya distribusi tinta bisa berjalan lancar sesuai jadwal untuk sejumlah daerah yang ada di Indonesia,” katanya.
Tinta ini kata Husni, jika mengenai tangan maka akan kering dalam waktu 20 detik dan bisa bertahan sampai 3 hari dengan syarat tinta harus mengenai mengenai kuku, tidak hanya mengenai kulit jari. Daya luntur kulit jari lebih tinggi dibanding dengan kulit kuku, sebaliknya daya rekat kuku lebih tinggi dibanding kulit jari.
“Sebetulnya untuk daya rekat tinta itu hanya dibutuhkan 6 jam sejak pukul 07.00 pagi hingga pukul 13,00 siang. Jadi, kalau sudah lewat jam 13.00 siang sebenarnya sudah tidak ada masalah, karena sesuai dengan batas waktu pemilihan yang sudah diatur,” katanya.
Sementara pemilik CV Tridaya Pratama, Maman Resmana menuturkan, untuk pengerjaan tinta pemilu, pihaknya merekrut sebanyak 90 karyawan dengan target pengerjaan sampai 12 hari. Dalam sehari pabrik bisa menghasilkan sebanyak 33 ribu botol tinta.
“Saat ini, kita tinggal menyelesaikan sekitar 120 ribu botol lagi untuk memenuhi kebutuhan yang akan segera disebarkan ke sejumlah daerah di wilayah Sumatra dan Banten yang belum dipenuhi,” pungkasnya.(AND)




