Wed06052026

Last updateWIB3_TueAMWIBE_May+0700RMayAMWIB_0AMthWIB1777943715+07:00TueAMWIBE

Parlementaria

Aktivis ‘Bule’ Kunjungi Dewan, Bahas Geothermal

Aktivis asal Finlandia bersama ketua Dewan dan jajarannya makan siang bersama seusai membahas geothermal.

Kuningan (KaTer) - Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan dikunjungi aktivis lingkungan hidup yang berasal dari Negara Finlandia. Datangnya aktivis ‘bule’ tersebut bukan tanpa sebab. Karena, saat mendatangi gedung dewan ‘Ancaran’ didampingi oleh salah sejumlah korlap Gempur, Okki Satrio dan Zakiyal Fuad guna membahas persoalan Geothermal di Kuningan, Jumat (9/5/2014).

Dari dialog yang dilakukan di aula ruangan Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman didampingi oleh Nuzul Rachdy dari politisi PDI P berlangsung serius. Selain dari aktivis bernama Tony Ha Apaen dari yayasan lingkungan hidup yakni NGO Siemenpuu Fondation juga didampingi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat yakni Pembaharuan Hukum Berbasis Masyarakat dan Ekologis (LSM Huma).

Dalam kesempatannya, Tony warga Finlandia saat berbincang dengan sejumlah anggota dewan didampingi penerjemah bernama Sisil menuturkan, kedatangan ke Indonesia memang diakui baru pertama kali. Agenda kunjungan ini tak lain karena sedang berkunjung ke kasepuhan Paseban yang berada di Cigugur.

“Saya berkunjung ke dewan atas nama solidaritas dan ingin mengetahui permasalahan rencana eksploitasi Geothermal di lingkungan Ciremai. Dari informasi yang didapat bahwa rencana eksploitasi Geothermal itu bakal mengambil wilayah penambangan seluas 24 ribu hektar. Ini sangat aneh,” ungkap Tony saat menyampaikan tanggapan terkait rencana proyek Geothermal.

Menurutnya, meski belum terlalu jauh mengetahui data secara pasti proyek Geothermal. Untuk kebutuhan luas wilayah penambangan secara teknis dan pengerjaan di sejumlah negara itu sama saja. Jika dalam penambangan itu dibutuhkan lahan seluas puluhan ribu hektar itu mengherankan.

“Jika di Finlandia, untuk luas areal penambangan itu hanya dibutuhkan lahan seluas peralatan pengeboran (power plan) saja. ini sangat berbeda dengan kondisi dan rencana proyek Geothermal yang dilakukan di Kuningan,” bebernya.

Di akhir perbincangan, Tony dengan wajah ceria mengungkapkan sangat senang berada di Kuningan. Karena, kota Kuningan masih terlihat asri dan rindang dengan pepohonan khususnya kepada para tokoh dan pemuka agama juga pemerintahannya.

Sementara itu, Rana Suparman beserta anggota dewan lainnya menyambut baik kedatangan warga asing di DPRD Kuningan. Apalagi kedatangan warga asing itu berniat baik untuk bertukar pikiran terkait pelestarian lingkungan hidup. Diakhir pertemuan, secara simbolis Ketua DPRD Kuningan memberikan kenang-kenangan berupa plakat kepada warga Finlandia sebagai bentuk silaturahmi sekaligus apresiasi atas kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan hidup dan alam yang ada di Kuningan.

“Cinderamata ini sebagai media dalam menjalin silaturahmi dan persaudaraan,” ucapnya kepada bule asal salah satu negara di Eropa tersebut.(AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing